SHARE

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Seri pertama Indonesian Basketball League (IBL) di Jakarta usai tadi malam. Seri kedua akan berlanjut di Malang, Jawa Timur mulai 29 Januari-6 Februari.

Seri pertama IBL bergulir sejak 9-17 Januari di Hall A Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Di akhir seri itu, Pelita Jaya Jakarta menjadi penguasa papan klasemen dengan nilai 11 dari lima kemenangan dan satu kekalahan di enam laga yang dilakoni. Posisi paling buncit, ke-12, ditempati Pasific Caesar Surabaya yang belum sekalipun menang dari lima pertandingan.

Selama sembilan hari bergulir, IBL seri pertama yang menjadi ujian pembuka bagi Starting5 sebagai pengganti operator sebelumnya memang masih menunjukkan kekurangan. Salah satu yang paling mencolok adalah minimnya penonton sepanjang tengah pekan.

Ya, jumlah penonton terlihat jomplang di akhir pekan dan tengah pekan. Hall A Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta penuh penonton di Jumat, Sabtu, dan Minggu malam. Sisanya melompong.

Menilik jadwal pertandingan memang mencolok mata jika penyelenggara seolah sudah siap menggulirkan kompetisi tanpa penonton di tengah pekan.

“Animo penonton cukup bagus, terlepas dengan kejadian teror di kawasan Sarinah. Jadwal memang sudah dihitung dan mau tak mau kami harus mengorbankan beberapa hari pertandingan di Jakarta ini karena kompetisi masih panjang,” kata Hasan Gozali, president director IBL.

“Kami tidak mau semua ramai sekarang tapi di sisa seri sepi. Jumlah pertandingan semuanya 52, dengan 45 di reguler season, dan sisanya tujuh game di playoff,” jelas dia.

Selain itu, penggunaan pemain naturalisasi juga masih jadi kontroversi. Plus perbedaan batasan pelanggaran wasit dimusim ini dan musim lalu. Salah satu yang menjadi perhatian para pelatih adalah jadwal padat.

“Sebelum season pertama dimulai, dalam rapat dewan komisaris disepakati masing-masing tim maksimal bisa menggunakan dia pemain naturalisasi. Untuk hal ini tahun depan akan di-review. Untuk musim ini, kami berikan batas akhir hingga pukul 23:59 WIB pada 29 Januari, sebelum seri kedua mulai,” ucap dia.

Sementara itu, jadwal padat memang tak bsia dihindari karena pelaksanaan IBL yang mundur ketimbang musim lalu, biasanya November, tapi kini Januari. Selain itu, IBL musim ini juga harus berkompromi dengan jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa barat tahun ini.

Poin plus untuk IBL kali ini, IBL kembali disiarkan langsung oleh televisi. “Semakin sering disiarkan akan bagus untuk klub-klub karena bisa menaikkan sponsor,” jelas Hasan.

Seri I IBL 2016 dalam angka:

1 Pelita Jaya Energi Mega Persada menjadi pemuncak papan klasemen di akhir Seri I IBL

9 IBL Seri I digeber selama sembilan hari dari 9-17 Januari 2016 di Hall A Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

100 Respati Ragil Pamungkas menjadi top poin Seri I IBL 2016 dengan mencetak 100 poin.

102 M88 Aspac Jakarta menjadi satu-satunya tim yang bisa mencetak tiga digit di Seri I IBL. Mereka mengalahkan CLS Knights Surabaya 102-84.(http://sport.detik.com/)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY