SHARE

METROPOLITAN.ID | MEGAMENDUNG – Jalur alternatif Cikopo Selatan, khususnya mulai dari Cihanjawar, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung hingga ke wilayah Kopo dan Citeko, lumpuh total lantaran meningkatnya kendaraan yang melewati jalur alternatif tersebut. Badan jalan yang sempit membuat kemacetan menjadi cukup parah. Kemacetan tersebut biasanya terjadi menjelang sore, di saat jalur Puncak diberlakukan satu arah menuju Jakarta.
Seperti yang terpantau kemarin, sejak pukul 16:00 hingga pukul 17:00 WIB, dari Kopo hingga Cihanjawar mengalami kemacetan. Hal ini diakibatkan adanya bus tiga perempat mogok di tanjakan Samendul, Desa Kopo. Bus yang mengakut wisatawan lokal itu, kehabisan pelat kopling.
“Kami baru melintas di jalur ini. Ternyata selain badan jalannya sempit, treknya juga cukup terjal. Banyak tanjakan yang tajam hingga kami tidak memiliki aba-aba untuk tancap gas,” kata supir bus Bastian, kemarin.
Ia menjelaskan, badan jalan yang sempit dengan kondisi lalu lintasnya yang ramai, membuatnya harus hati hati.
“Bus kami mengalami kehabisan pelat kopling,” sambung pengemudi bus asal Jakarta itu.
Guna mengurangi kerawanan terhadap kendaraan jenis bus, ia berharap pemerintah melakukan pelebaran badan jalan di setiap tanjakan atau turunan yang curam. Ini diperlukan supaya jika melintas di jalur alternatif, para pengendara tidak mengalami berbagai risiko.
“Kalau di setiap tanjakan atau turunan badan jalannya agak lebar, itu cukup aman bagi kendaraan jenis bus tiga perempat. Selain itu dengan badan jalan yang tidak sempit, para pengendara akan terhindar dari serempetan dengan kendaraan lainnya,” pungkasnya. (hlb/yok/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY