News, Sport and Lifestyle

Jalan Rusak, PNS Bina Marga ke Luar Negeri

METROPOLITAN.ID – Di tengah banyaknya jalan rusak, Dinas Bina Marga Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor malah jalan-jalan ke luar negeri. Tak tanggung-tanggung, sejumlah staf di Bidang Pengelolaan dan Pemeliharaan Jalan itu bakal mengelilingi tiga negara sekaligus selama lima hari. Di antaranya Singapura, Malaysia dan Thailand. Sang pimpinan Edy Wardhani atau populer disapa King Edward pun tak ketinggalan ikut bersama anak buahnya pelesiran di awal tahun. KEBERANGKATAN sejumlah PNS di lingkungan DBMP ke luar negeri kemarin pun jadi perbincangan hangat di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Informasi yang dihimpun, sedikitnya ada 30 anak buah Edy Wardani yang terbang ke Singapura. Sumber Harian Metropolitan mengatakan, rombongan pergi pada Jumat (8/1) siang dengan pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Singapura. “Di jadwal, keberangkatannya pagi. Tapi jadinya pukul 12:30 WIB menggunakan pesawat Lion Air,” katanya.Ia mengaku tidak mengetahui tujuan keberangkatan mereka. Termasuk saat disinggung soal anggaran. “Jangan kan anggarannya, tujuannya saja saya tidak tahu,” ujarnya. Jika dihitung dari biaya tiket pulang-pergi (PP) Jakarta-Singapura, lanjut sumber tersebut, maka uang yang harus dikeluarkan sebesar Rp33.933.270. Anggaran itu belum termasuk uang makan atau uang saku layaknya perjalanan dinas. Pantauan Metropolitan di Kantor DBMP, Jalan Raya Tegar Beriman, kemarin, suasana terlihat sepi. Bahkan, kendaraan yang biasa memadati parkiran kantor mendadak kosong. Saat masuk pun, hanya siswa magang yang ada di bagian resepsionis.
Seorang resepsionis di DBMP Kabupaten Bogor Vivi mengatakan bahwa pimpinannya tidak berada di tempat. Sejak apel pagi, sang kadis tidak terlihat. Namun sayangnya, ia enggan menyebutkan ke mana sang pimpinan pergi. “Silakan tanya ke ajudan,” katanya. Ketika ia mencoba menghubungi ajudan Edward, ternyata pegawai itu juga tidak berada di kantor. “Kalau mau Senin saja balik lagi. Saya nggak tahu kabar itu,” ujar wanita bertubuh gemuk itu.
Terpisah, Kepala BKPP Kabupaten Bogor Dadang Irfan mengaku belum ada laporan mengenai keberangkatan DBMP ke luar negeri. “Belum ada laporan, memang dari kapan berangkatnya,” tanyanya.
Ia juga memastikan pemkab akan menerapkan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Displin PNS jika keberangkatan itu bukan untuk studi banding. Sebab, pelayanan masyarakat tak boleh tertinggal. Bahkan, mengurus izin saja tidak semudah yang dibayangkan. “Kami akan tegur secara lisan, karena ini sudah dikatakan bolos,” katanya.
Bila dinas berpergian ke luar negeri, sambung Dadang, tentu harus memiliki izin terlebih dulu ke Bupati Bogor Nurhayanti. Namun sepengetahuannya, agenda studi banding yang dilakukan dinas itu hanya ke daerah.
“Saya akan menugaskan anak buah untuk mencari tahu dan meminta penjelasan mengenai keberangkatan itu. Saya akan tanya studi bandingnya dalam rangka apa, karena di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD tidak ada,” jelasnya. (rez/c/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *