News, Sport and Lifestyle

Jangan Coba-coba Bercanda Bawa Bom di Pesawat

METROPOLITAN.ID – Gurauan soal bom masih sering terjadi baik di bandara maupun di dalam kabin pesawat. Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) selaku regulator penerbangan terus menyosialisasikan larangan candaan soal bom kepada penumpang pesawat.Kepala bidang Humas Otban Bandara Soetta Mochammad Syukur mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap larangan canda soal bom. ”Sosialisasi sudah dilakukan, baik di media massa maupun pemasangan banner mengenai larangan tersebut di terminal-terminal bandara,” katanya kepada Metropolitan di Bandara Soetta, Tangerang, kemarin.Seperti kejadian kemarin (Kamis, 7/1), sambungnya, seorang penumpang Lion Air JT0866 berinisial JM (36) yang hendak terbang ke Palangkaraya bercanda dan mengeluarkan kata-kata bom kepada kru di dalam kabin pesawat. Padahal, kata Syukur, larangan soal gurauan bom itu sudah diatur dalam undang-undang dan ancamannya pun jelas yakni maksimal satu tahun penjara. Sesuai Pasal 437 Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan bahwa menyampaikan informasi palsu, bergurau atau mengaku-ngaku membawa bom di bandara dan di pesawat udara dapat dikenakan pidana penjara.Syukur mengaku, kendati gurauan bom kerap terjadi, pihak Otban Bandara Soetta belum melakukan penahanan terhadap pelaku dan baru sebatas interogasi dan peringatan saja. “Sejauh ini pelaku gurauan soal bom di bandara dan pesawat udara baru sebatas diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuataannya dan pelaku sudah dipastikan tidak dapat ikut terbang serta otomatis tiketnya hangus,” jelasnya.
Sosialisasi larangan gurauan soal bom dinilai belum maksimal. Pihak Otban akan menggandeng pihak maskapai penerbangan. ”Otoritas masih terus melakukan sosialisasi dan dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan maskapai seperti pemasangan stiker larangan candaan bom di boarding pass penumpang. (san/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *