SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Dualisme di tubuh Partai Golkar terus berlanjut hingga ke dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang diperburuk dengan tidak adanya kepengurusan yang sah pasca berkahirnya masa kerja pengurus hasil musyawarah nasional (munas) Riau.Terhadap merembetnya kisruh tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) selaku politisi senior Partai Golkar meminta agar segera diselesaikan.”Semua itu (kisruh di DPR) bagian yang perlu diselesaikan karena kalau di partai ini (Golkar) sudah di partainya tidak kompak, otomatis di dalam ada masalah lagi,” kata JK di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (7/1).Seperti diketahui, berdasarkan dokumen yang diberitakan bahwa Setnov mengeluarkan surat perombakan posisi, pada Senin 4 Januari 2015.Dalam surat itu tercantum bahwa posisi Sekretaris Fraksi yang sebelumnya diduduki Bambang Soesatyo kini diisi Aziz Syamsuddin. Sedangkan, Kahar Muzakkir resmi menggantikan Ahmad Noor Supit sebagai Ketua Banggar DPR RI.Ketika sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berlangsung di DPR akhir tahun 2015 lalu, Kahar Muzakkir masuk sebagai anggota MKD menggantikan Rambe Kamarul Zaman.Masuknya Kahar ketika itu diduga sebagai upaya penyelamatan terhadap Setnov dari tuduhan pelanggaran etik yang dilaporkan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Sudirman Said.Meskipun, dalam putusannya, Kahar dan dua anggota MKD dari Golkar lainnya, yakni Adies Kadir dan Ridwan Bae menyatakan Setnov melanggar hukum dan layak dijatuhi hukuman beratTetapi, akhirnya MKD tidak membuat keputusan karena di detik terakhir, Setnov mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua DPR RI.(BS)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY