SHARE
METROPOLITAN.ID | – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur menerima laporan 252 orang warganya menjadi anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), dan saat ini masih berada di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas) Kota Surabaya, Sumarno menerima laporan itu Rabu sore, 20 Januari 2016.Kami menerimanya dari petugas yang kami kirimkan ke Mempawah, yang tugasnya untuk melaporkan setiap perkembangan yang terjadi,” ujar Sumarno.Namun, menurutnya data itu kurang bisa dipercaya validitasnya. Alasannya, berdasarkan data yang ia terima, jumlah warga asal Jawa Timur yang bergabung dengan Gafatar di Mempawah hanya sekitar 80 orang.“Makanya, kok bisa Jawa Timur saja hanya sekitar 80 orang, tapi Surabaya malah ada 252 orang?” kata Sumarno.Sumarno menduga dalam pendataan itu, banyak anggota Gafatar di Mempawah yang sengaja mengaku berasal dari Surabaya, untuk menghindari dikembalikan ke kampung halamannya.“Tujuannya mereka ingin membuka lembaran hidup baru dengan tinggal di Surabaya, karena bisa saja malu untuk kembali ke daerah asal mereka yang sebenarnya,” urainya.Kemungkinan lainnya, pendataan itu dilakukan berdasarkan lokasi eks Gafatar itu diberangkatkan. Mengingat, AR (45) anggota Gafatar asal Surabaya yang juga berada di Mempawah, memiliki tugas untuk merekrut anggota baru.“Tapi bagaimanapun juga kami masih akan terus memastikan data yang benar, supaya semua warga kami yang ada di Mempawah benar-benar bisa kembali pulang,” ujar Sumarno.Sebelumnya, terjadi pembakaran terhadap perkampungan warga yang menjadi anggota Gafatar, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Di antara mereka juga terdapat warga Surabaya, yang sebelumnya jumlahnya dipastikan dua orang. Mereka adalah AR, dan SC.(VIVA.co.id)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY