SHARE

METROPOLITAN.ID – Status siaga banjir ditetapkan di Kabupaten Tangerang mulai awal Januari. Tercatat ada sembilan kecamatan rawan banjir di wilayah kabupaten tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Teteng Jumara mengatakan, status siaga banjir disebabkan potensi meningkatnya curah hujan di wilayah setempat. ”Di beberapa wilayah Utara kabupaten memang sudah tampak meningkatnya curah hujan. Hanya saja situasinya belum ekstrem,” jelas Teteng kepada wartawan, kemarin.
Menurut dia, potensi banjir di Kabupaten Tangerang pada tahun ini masih sulit diprediksi. Untuk sementara, wilayah Kecamatan Tigaraksa sudah mendapat penanganan khusus karena mengalami banjir pada Desember 2015.
Di kecamatan itu ada tiga titik banjir yang kini terus dipantau kondisinya, yakni Kelurahan Kadu Agung, Desa Megarsari dan Desa Cisereh. Ketiga kelurahan berada di wilayah cekungan aliran Sungai Cimanceuri.
Teteng melanjutkan, ada delapan kecamatan lain yang menjadi wilayah rawan banjir. Kedelapan wilayah itu yakni Kecamatan Jayanti, Kresek, Kronjo, Pasarkemis, Pakuhaji, Mauk, Teluknaga dan Kosambi. ”Antisipasi di sembilan wilayah banjir sudah kami siapkan posko banjir dan relawan siaga banjir. Keperluan air bersih saat banjir juga mulai disiapkan,” tambahnya.
Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mulyono R Prabowo mengatakan, intensitas curah hujan pada Januari diperkirakan semakin meningkat. ”Karenanya, masyarakat yang berada di wilayah potensial banjir dan tanah longsor sebaiknya meningkatkan kewaspadaan,” ujar Mulyono. (rci/sal/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY