SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Paguyuban Pedagang Blok F Pasar Kebonkembang menyanggah adanya isu keretakan antara sesama anggota paguyuban. Di mana hal itu menyangkut saran dari Komisi B tentang penundaan satu kali Lebaran saja.
Ketua Paguyuban Blok F, Suryanto mengatakan, tidak ada keretakan antaranggota dan dirinya yang sempat diisukan. Keadaan internal pedagang tetap solid bahkan bersama-sama mengadakan pengajian di depan pasar. Jika pun ada perbedaan itu sangat wajar dalam organisasi yang membuat semakin dewasa. “Anggota DPRD juga sering berbeda pendapat dalam mengambil keputusan, masa kami nggak boleh,” ujar Suryanto kepada Metropolitan.
Perbedaan tersebut, lanjut Suryanto, sudah diselesaikan dengan keputusan yang sama untuk mempertimbangkannya dengan meminta waktu satu minggu menyatukan pendapat antara pengurus dan warga paguyuban. “Komisi B juga meminta kepastian ya apakah kami mewakili seluruh pedagang apa tidak. Kami sudah dari pintu ke pintu pedagang dan mereka siap,” papar Suryanto.
Sementara itu, belum selesainya Kerangka Acuan Kerja (KAK) revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang, menjadi sorotan dari Pengamat Ekonomi Saefudin Zuhdi. Menurut Saefudin, seharusnya dari Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) sudah memperhitungkan dan mengorganisir rencana revitalisasi ini dengan baik kapan selesainya KAK, implementasi, penampungan dan lainnya. Jika KAK belum selesai bisa jadi revitalisasi pun akan ditunda, tidak ada pencapai target dan program kerja PD PPJ juga tidak jalan. “Kalau program kerja tidak ada yang terlaksana, PD PPJ sama saja dengan makan gaji buta,” pungkas Saefudin. (fla/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY