SHARE

METROPOLITAN.ID | CIAWI – Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Kampung/Desa Bojongmurni, Ciawi, Kabupaten Bogor, terancam terisolir karena akses jalan utama yang juga menjadi jalan alternatif menuju Puncak di kampung itu nyaris terputus. Hal tersebut terjadi setelah hujan mengguyur sejak Senin (4/1). Kondisi itu membuat puluhan rumah di tepi Jalan Bojongmurni yang tembus ke Puncak terancam longsor.
Informasi yang dihimpun, kerusakan akses jalan itu terjadi setelah wilayah Bogor diguyur hujan selama beberapa hari terakhir. Ruas Jalan Bojongmurni, Ciawi-Puncak, Cisarua, Bogor, mengalami retak akibat pergeseran tanah. ”Kondisi tanah di sini memang labil. Sehingga saat hujan turun sejak Senin (4/1) dan merembes ke bawah tanah, semakin memperparah kerusakan jalan serta membuat pemukiman penduduk rawan longsor,” kata Ramdan (32), warga Desa Bojongmurni, Ciawi, Kabupaten Bogor, kemarin.
Ramdan melanjutkan, runtuhnya bibir tebing tepi jalan sepanjang sepuluh meter, mengganggu arus lalu lintas yang menjadi jalan utama warga. Bahkan sejumlah kendaraan terpaksa harus bergantian jika hendak melintasi jalan kabupaten di RT 10/3, Kampung Bojongmurni, Desa Bojongmurni, Ciawi, Kabupaten Bogor.
”Jalan mulai ambrol sejak akhir pekan lalu. Saya lagi di dalam rumah dengar suara gemuruh kencang. Saya takut tapi penasaran lalu keluar rumah. Pas keluar saya lihat aspal sama tanah dan pohon bambu tumbang terbawa longsor,” kata Umiansyah (34), warga setempat saat ditemui di lokasi kejadian.
Sementara itu, Ketua RT 10/03, Ahmad S (45) mengatakan, sebelumnya longsor terjadi beberapa waktu lalu dan hanya menyisakan badan jalan selebar satu meter. Akibatnya, tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Pada saat itu, pihak Desa Bojongmurni langsung berinisiatif melakukan pengecoran selebar satu meter agar jalan bisa dilewati kendaraan roda empat.
”Longsoran sepanjang sepuluh meter. Tadinya jalan sisa satu meter, lalu sama pak lurah langsung disemen. Jadi sekarang lebar jalan yang tersisa dua meter, sedangkan kedalaman jurang 80 meter lebih,” kata Ahmad.
Saat ini, atas inisiatif warga dan kepala desa, jalan diberi pembatas seadanya menggunakan tambang tersambung kerucut (kun) pembatas jalan. Pihaknya berharap, Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor segera melakukan perbaikan maupun peninjauan ke lokasi longsor. ”Hingga kini yang sudah meninjau baru dari kepolisian dan TNI setempat saja,” ujar Ahmad.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi DBMP Kabupaten Bogor, Eko Sulistiyo mengatakan, sudah menerima laporan dari pihak desa terkait bencana alam tersebut ke Pemkab Bogor.
”Untuk pelaksanaan perbaikannya tinggal menunggu dari DBMP Kabupaten Bogor. Sebab dari UPT Jalan dan Jembatan Wilayah II tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki atau mencegah terjadinya putusnya jalan,” kata Eko.
Eko juga mengaku sudah menerjunkan tim teknis buat perbaikan jalan. Perbaikan secara permanen atau sementara dengan membuat talud atau bronjong akan didiskusikan. ”Itu sedang kita kaji dan sudah diusulkan ke Pemkab Bogor,” tutup Eko. (md/dik/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY