News, Sport and Lifestyle

Karyawan Outsourcing Tidak Jadi Dipecat, Serikat Pekerja JICT Batal Mogok

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Rencana Serikat Pekerja (SP) Jakarta International Container Terminal (JICT) yang hendak melakukan aksi demonstrasi berupa mogok kerja sebagai tuntutan kepada pihak Direksi JICT pada Selasa (12/1) ini urung dilakukan.

Pasal‎nya pihak manajemen JICT bersedia untuk memenuhi tuntutan kelompok Serikat Pekerja yang meminta 38 karyawan outsourcingyang sebelumnya diberi sanksi berupa mutasi, sanksi, maupun pemecatan secara tidak prosedural untuk dibatalkan.

Ketua Umum Serikat Pekerja JICT, Nova Hakim, mengatakan ‎pihaknya akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana mogok kerja karena pihak manajemen bersedia menuruti tuntutan dan aspirasi untuk mempekerjakan kembali 38 karyawan outsourcing yang dimutasikan dan dipecat sebelumnya.

“Hasil ini juga bisa tercapai setelah sempat terjadi ketegangan dan perdebatan yang sangat alot saat bertemu dengan pihak manajemen. Berita acara hasil perundingan ‎akhirnya bisa disetujui kedua belah pihak,” ujar Nova, Selasa (12/1).

Menurutnya, karyawan JICT yang berencana mogok‎ sekarang dapat kembali bekerja setelah tuntutan mereka dipenuhi pihak manajemen.

“Kami juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan aliansi buruh baik di dalam negeri maupun internasional, anggota legislatif, tokoh nasional, kepolisian, media, maupun berbagai pihak yang turut membantu tidak kembali terjadinya aksi mogok,” lanjut Nova.

Ia juga mengaku yakin bahwa kebenaran akan selalu menemukan jalan terbaiknya dan selalu mendampingi mereka yang menjunjung tinggi keadilan.

Sebelumnya, Serikat Pekerja JICT berencana melakukan aksi mogok karena tuntutan utama mereka yakni pembatalan tindakan mutasi dan pemecatan 38 karyawan outsourcing tidak juga direspons oleh pihak manajemen.

‎Aksi mogok para pekerja JICT sangat riskan merugikan negara, pasalnya sebagai salah satu obyek vital kegiatan ekspor dan impor, pelayanan bongkar muat terhadap kapal yang sandar ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara akan terganggu dan berujung pada sistem distribusi perdagangan terhambat dan menurunkan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.(BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *