News, Sport and Lifestyle

Kasus Pencurian Bagasi, Polisi Kejar 18 Porter yang Menghilang

METROPOLITAN.ID | TANGERANG – Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Royce Harry Langie menyebutkan akan ada tersangka baru dalam kasus pencurian bagasi Lion Air. “Saat ini masih proses pengembangan. Tetapi yang sudah tersangka empat orang. Tidak menutup kemunginan akan ada tersangka lagi,” ujarnya, Rabu (6/1) dalam keterangan bersama Dirut AP 2, Pihak Maskapai dan Administrator bandara. Menurut Kapolres, pelaku dengan mudah mencuri barang milik penumpang karena mereka bekerja secara bersama sama. “Hanya dengan pulpen saja bisa mengetahui isi tas koper penumpang. Ini juga harus jadi perhatian penumpang agar lebih menjaga barang berharganya. Dan kami berharap untuk barang berharga tidak disimpan dibagasi,” tuturnya. Sementara itu pihak Lion mengaku, sedikitnya 18 porter Lion menghilang sejak adanya pemberitaan tentang sindikat pencurian barang penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (2/1). Sebelumnya polisi sudah menangkap 4 tersangka yang tertangkap dari rekaman CCTV sedang beraksi. Terdiri dari dua porter dan dua security. “Ada 18 orang lagi yang tidak masuk kerja semuanya porter tidak ada security,” ujar Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut. Data 18 orang tersebut sudah diserahkan ke Polres Bandara untuk dilakukan penyidikan. Namun dia mengakui belum tahu persis peran masing masing porter tersebut. ‘Apakah itu porter senior atau yunior, saya belum mendapatkan informasi lanjutnya,” kata Daniel. Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut Kuncoro Adi menyampaikan, kasus pencurian bagasi penumpang terjadi karena adanya kesempatan untuk melakukan. Ia menambahkan, sistem yang berlaku di bandara saat ini membuka peluang terjadinya tindak pencurian. “Kasus ini adalah kejahatan umum yang bisa terjadi dimana dan kapan saja. Seharusnya ada perbaikan sistem untuk mencegahnya. Mitigasinya bagaimana hal ini diperkecil,” ujar Daniel. Dia juga mengaku, kasus ini tidak memengaruhi kesetiaan pengguna jasa Lion Air. “Kami sudah beberapa kali mengimbau kepada penumpang juga. Makanya kami bersyukur masih setia para penumpang,” ujarnya. Pihak Lion Air, lanjut Daniel, sebenarnya sudah mengetahui adanya kelompok pencuri bagasi penumpang, beberapa waktu sebelum kasus ini mencuat ke publik. “Kami juga sudah melaporkannya ke Polres,” tuturnya. Daniel mencatat terdapat 27 kasus pencurian bagasi penumpang sejak 2014 sampai 2015. “Dari 27 kasus, 18 diantaranya kita sendiri yang menangkap. Tetapi masalah muncul ketika pemiliknya misalkan ada di Cirebon justru malah mengikhlaskannya,” ujar Daniel. Jumlah pencurian bagasi penumpang pun menurut hitungannya menurun pada 2015, yakni hanya tercatat 15 kasus. “Itu karena kita semakin perketat,” aku Daniel. Daniel juga mengungkapkan bahwa selain persoalan pemilik yang tidak mau melapor, persoalan staf porternya yang memang diakuinya nakal. Dia mengatakan pernah tangkap seorang staf yang memiliki handphone 6 sampai 7 unit. Polresta Bandara Soekarno Hatta  sudah berkoordinasi dengan Lion Air untuk melakukan penyelidikan terhadap 19 porter yang menghilang.(brtst)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *