News, Sport and Lifestyle

KBM di SDN Muarasari 2 tak Nyaman?

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Muarasari 2, Kecamatan Bogor Selatan, tak nyaman. Sebab, kondisi sejumlah meja dan bangku belajar yang ada di beberapa kelas sangat  memprihatinkan, bahkan nyaris ambruk. Selain itu, satu bangunan rumah penjaga sekolah juga sudah ambruk lima tahun lalu, namun tidak kunjung dibangun. Padahal, lahannya bisa dimanfaatkan untuk gedung perpustakaan atau ruang guru.
”Benar Pak, proses KBM agak terganggu mengingat meja dan bangku belajar di dua kelas sudah pada patah serta  keropos dimakan usia. Bahkan, lebih bagus dari warung kopi,” ujar sejumlah guru yang enggan ditulis namanya kepada Metropolitan, usai menghadiri serah terima Kepala SDN Muarasari yang baru, Adang Sudirman, Sabtu lalu.
Mereka juga menjelaskan, sejumlah bangunan ruang kelas juga harus mendapat perhatian untuk direhab karena sudah mulai keropos dimakan usia. ”Jika bangunan itu terus dibiarkan maka akan semakin parah Pak. Jadi, kami para pengelola pendidikan berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, turun tangan untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana  (sarpras) belajar bagi 320 peserta didik di sekolah ini,” ungkap mereka.
Hal yang sama juga disampaikan  para orang tua murid dan komite SDN Muarasari 2. Mereka berharap agar Disdik Kota Bogor secepatnya memperhatikan kebutuhan di sekolah tersebut. Setidaknya, memenuhi kebutuhan meja dan bangku belajar. Sebab, sudah tidak layak lagi untuk dipergunakan. Sehingga, proses KBM tidak nyaman. ”Kami sangat berharap agar kepala SDN Muarasari 2 yang baru ini dapat memperjuangkannya,” ujar orang tua murid, Dian (30).
Menanggapi hal itu, Kepala SDN Muarasari yang baru, Adang Sudirman berjanji akan mengupayakan harapan para orang tua tersebut. ”Saya akan secepatnya berkoodinasi dengan bidang sarpras. Mudah-mudahan, Disdik merespons kebutuhan ruang kelas di sekolah ini,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru, orang tua murid dan komite sekolah SDN Katulampa yang sudah mengantarnya  ke SDN Muarasari ini. Namun, ia meminta agar kekompakan orang tua, guru dan komite SDN Katulampa, jangan sampai pudar dan harus terpelihara.
”Keharmonisan dan kekompakan itu jangan sampai hilang walaupun saya sudah dimutasi ke SDN Muarasari. Begitu juga dengan para guru, orang tua dan komite SDN Muarasari 2, mendukung semua program yang telah ditetapkan di sekolah ini,” imbuhnya. (do/tur/ar/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *