News, Sport and Lifestyle

Kehadiran Grand Park Gairahkan Perekonomian

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Rencana pembangunan Apartemen Grand Park City Pakuan (GPCP) Bogor yang terletak di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, ternyata membawa kabar baik bagi peningkatan perekonomian. Terlebih dengan adanya apartemen tersebut, iklim investasi dan gairah perekonomian di Kota Bogor dapat meningkat. Sehingga Kota Bogor banyak dikunjungi masyarakat dari luar kota.
Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik Saefudin Zuhdi mengatakan, adanya sejumlah apartemen di Kota Bogor merupakan hal yang baik. Karena menurut dia, Kota Bogor menjadi salah satu pilihan tempat untuk tinggal. “Jika dilihat dari sisi lain, ini sanagat menguntungkan investor dan Pemkot Bogor. Karena Bogor mempunyai daya jual,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.
Selain Pemkot Bogor, masyarakat sekitar pun akan terbantu dengan adanya apartemen. Karena menurut dia, masyarakat bisa bekerja di perusahaan apartemen berdiri. Sehingga hal tersebut bisa menekan angka pengangguran di Kota Bogor. “Ini juga akan berdampak kepada pengangguran yang ada di Kota Bogor,” terangnya.
Terbatasnya lahan dan meningkatnya jumlah penduduk, menjadi alasan mengapa bangunan vertikal seperti apartemen dan rumah susun jelas sangat dibutuhkan. Saefudin mengatakan, jika tidak bangunan vertikal seperti apartemen dan rumah susun, maka Kota Bogor akan sempit oleh rumah penduduk. “Ini merupakan pilihan untuk mengantisipasi habisnya lahan yang ada,” paparnya.
Ia juga menambahkan, adanya Apartemen GPCP akal memberi kemudahan bagi mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak), khususnya yang berada dari luar kota. “Kalau ada apartemen dan kos-kosan, itu akan menjadi pilihan mahasiswanya,” katanya.
Sebelumnya, pihak manajemen GPCP Bogor Amir menjelaskan, apartemen ini sudah mulai dipasarkan beberapa bulan lalu. GPCP Bogor nantinya berdiri di atas lahan 1,6 hektare dengan tiga tower bangunan. “Tetapi dari 1,6 hektare ini tidak akan dibangun semua. Beberapa persennya untuk lahan terbuka hijau,” katanya.
Amir juga menambahkan, banyaknya penolakan terkait pembangunan Apartemen GPCP merupakan hal yang wajar terjadi di kalangan masyarakat. Walaupun menurut Amir dari sekitar 30 pedagang sudah hampir 90 persen pedagang sepakat direlokasi dan hanya ada beberapa pedagang lagi yang masih bertahan. “Tinggal empat pedagang lagi yang masih bertahan, padahal para pedagang itu bukan pribumi di sini,” pungkasnya. (mam/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *