SHARE

METROPOLITAN.ID – Kota Sukabumi diprediksi kehilangan sekitar 70 hingga 100 hektare lahan pertanian setiap tahunnya. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Sukabumi mulai ketar-ketir alias cemas dengan fenomena, sehingga menerjunkan personelnya untuk mendata lahan pertanian.
Dari informasi yang dihimpun terungkap jika lahan pertanian yang tersisa seluas 1.583 hektare. Jumlah itu menyusut lebih dari 300 hektare dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.875 hektare. Berkurangnya lahan produktif juga membuat rata-rata produktivitas mencapai 8,4 ton per hektare jadi ikut hilang. “Bila tidak disikapi secara serius, lahan pertanian di Kota Sukabumi terus berkurang,” kata Kepala DKPP Kota Sukabumi Kardina Karsoedi.
Sebagian lahan pertanian milik masyarakat di Kota Sukabumi, kata Kardina, kini telah berubah menjadi pusat keramaian dan pemukiman warga. Sehingga tak menutup kemungkinan perubahan lahan akan sangat berdampak menganggu ketahanan pangan.
“Bahkan dipastikan alih fungsi akan semakin cepat seiring pembangunan jalan tol yang menghubungkan Ciawi-Sukabumi dan Cianjur. Jalan tol yang diprediksi rampung 2018 mendatang akan menggerus lahan-lahan pertanian di Kota Sukabumi,” katanya. (pkr/feb/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY