News, Sport and Lifestyle

Kejar Target Produksi Pangan, Subsidi Rp 30 Triliun Disalurkan

METROPOLITAN.ID | Kementerian Pertanian (Kementan) optimistis target produksi pangan dalam upaya khusus percepatan swasembada padi, jagung, dan kedelai (upsus pajale) tahun ini bisa tercapai. Selain iklim yang mendukung, subsidi pupuk dan benih untuk 2016 sebesar Rp 31,41 triliun sudah mulai digulirkan dengan ditekennya kontrak pengadaan barang dan jasa antara Kementan dan masing-masing pengelola subsidi. Di sisi lain, Kementan juga tengah mempercepat belanja modal tahun ini, per Senin (4/1) penyerapan belanja modal sudah mencapai Rp 4,09 triliun. Dalam upsus pajale tahun ini, produksi padi ditargetkan mencapai 76,23 juta ton gabah kering giling (GKG), jagung sebanyak 21,35 juta ton pipilan kering, dan kedelai 1,82 juta ton bijih kering. Di luar itu, Kementan juga menargetkan produksi cabai besar dan cabai rawit tahun ini sebanyak 1,86 juta ton, bawang merah 1,17 juta ton, daging sapi 0,59 juta ton, dan gula tebu 3,27 juta ton. Tahun ini, anggaran Kementan yang dipatok dalam APBN 2016 mencapai Rp 31,50 triliun. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, kontrak pengadaan barang dan jasa Kementan telah ditandatangani, Senin (4/1). Upaya percepatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah oleh Kementan dimulai sejak proses tender pada November-Desember 2015. “Dengan terbitnya daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Kementan, kontrak pengadaan barang dan jasa bisa dilaksanakan dan mulai didistribusikan Januari 2016. Ditambah dengan curah hujan yang telah merata sehingga petani bisa melakukan penanaman,” kata dia usai penandatangan kontrak tersebut di Jakarta, Senin (4/1). Penandatangan disaksikan perwakilan TNI dan KPK. Nilai kontrak pengadaan barang dan jasa yang diteken antara Kementan dengan pihak mitra ketiga tersebut mencapai Rp 34,65 triliun. Rinciannya, sebanyak Rp 30,06 triliun untuk pengadaan pupuk bersubsidi oleh PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), sebanyak Rp 404,45 miliar untuk pengadaan benih bersubsidi oleh PT Pertani, sebanyak Rp 404,45 miliar untuk pengadaan benih bersubsidi oleh PT Sang Hyang Seri (SHS). Di sisi lain, sebanyak Rp 1,54 triliun untuk pencetakan sawah dengan Zeni Kodam, sebannyak Rp 1,76 triliun untuk pencetakan sawah dengan Zeni TNI AD, 11 kontrak senilai Rp 360 miliar untuk alsintan (alat mesin pertanian) prapanen dengan enam perusahaan, serta alsintan pascapanen padi dengan Kubota senilai Rp 8,32 miliar. Selain itu, sebanyak Rp 114 miliar untuk asuransi pertanian dengan PT Jasindo, pengadaan obat, vitamin, mineral sapi donor dan calon donor, mineral untuk resipe dan calon bibit dengan CV Karya Inayah Selaras senilai Rp 308,6 miliar, serta hijauan pakan ternak dengan Kelompok Tani Ternak Sukabumi senilai Rp 180 juta. Di luar itu, kontrak juga menyangkut proyek pemeliharaan gedung Ditjen Hortikultura Kementan senilai Rp 637,58 juta dengan PT Tataruang Dinamika, serta fasilitasi keamanan kantor dan lingkungan Ditjen Hortikultura Kementan senilai Rp 723,73 juta dengan PT SIMS Services.(beritasatu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *