SHARE

METROPOLITAN.ID | Keluarga Ahmad Kevin Aprilio (16) tidak mengetahui jika Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) adalah organisasi terlarang. Gafatar merupakan organisasi terlarang sesuai dengan surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tanggal 20 November 2012. Bahkan, Kevin yang hilang sejak 26 November 2015 sekolah di Sekolah Berbasis Rumah (SBR) Gafatar di Maguwoharjo, Depok, Sleman. “Kami tidak tahu Gafatar itu dilarang. Waktu Kevin sekolah di sana, kami lihat itu sekolah bagus. Banyak kegiatan sosialnya,” kata nenek Kevin, Maria Resubun kepada wartawan (Minggu 10/1/2016). Setelah Kevin menghilang dan meninggalkan surat yang ditujukan kepada pengurus Gafatar, mereka mencari informasi terkait organisasi yang sempat dipimpin oleh Ahmad Musadeq, dan menjadi pemimpin aliran Al-qiyadah Al Islamiyah. “Setelah Kevin hilang, salah seorang pamannya mencari informasi di Google, dan kita baru tahu organisasi tersebut terlarang. Padahal, ayah Kevin sebagai pengurus di sana,” sesalnya. Dia dan keluarga berharap Kevin segera ditemukan dan kembali ke Yogyakarta untuk kembali bersekolah. “Yang penting cucu saya ditemukan dan dibawa pulang kesini,” ucapnya.(okz)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY