SHARE

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Kepala SMKN 4 Kota Bogor diduga keras belum memiliki sertifikat kepala sekolah (kepsek). Bahkan, tidak menutup kemungkinan guru yang diangkat menjadi kepsek pada 2014 lalu itu belum pernah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) calon kepsek. Sebelumnya, sejumlah kepala SMAN juga diduga belum memiliki sertifikat kepsek. ”Sepengetahuan kami, guru SMKN yang diangkat menjadi kepsek itu belum pernah mengikuti Diklat kepsek di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS). Namun, kenapa guru itu bisa diberi tugas tambahan menjadi kepsek di salah satu SMKN yang ada di Kota Bogor. Padahal, ia diangkat setelah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 28/2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah diberlakukan,” ujar sejumlah guru dan pengawas yang minta namanya tidak ditulis di Metropolitan, kemarin.
Yang pasti dalam Permendiknas itu, lanjutnya, seorang guru yang akan diberikan tugas tambahan sebagai kepsek harus terlebih dahulu mengikuti program Diklat LP2KS. Setelah dinyatakan lulus dengan nilai yang ditentukan, ia akan mendapat/diberikan sertifikat kepsek dari Permendiknas. ”Kami tidak tahu persis apakah yang dimaksud lulus teleskoting kepsek berarti sudah punya sertifikat kepsek. Sebab, yang dimiliki guru dimaksud hanya lulus teleskoting,” ujarnya.
Mereka juga menjelaskan, sejak diberlakukannya Permendiknas Nomor 28/2010 itu, penyelenggara sekolah/madrasah wajib melaksanakan peraturan menteri ini dalam penugasan guru sebagai kepala sekolah/madrasah paling lambat 2013. Sehingga, dengan berlakunya Permendiknas 28 itu, keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162/U/2003 tentang pedoman penugasan guru sebagai kepsek dinyatakan tidak berlaku. ”Dasar pengangkatannya apa. Itu yang kami bingungkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Bogor Jana Sugiana ketika dikonfirmasi Metropolitan, membantah bahwa kepala SMKN 4 Bogor belum memiliki sertifikat kepsek. ”Issu itu tidak benar. Dia sudah mempunyai sartifikat kepsek nasional yang dikeluarkan direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK). Jadi, dia sama dengan kepsek SMKN yang lainnya,” katanya.
Namun, ia tidak tahu persis tahun berapa sertifikat kepsek itu diperoleh atau dikeluarkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). ”Saya lupa tahunnya. Kalau tidak salah sekitar 2007-2008,” ujar mantan kepala SMKN 1 dan 3 Bogor itu. (tur/ar/ram/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY