SHARE

METROPOLITAN.ID – Kereta cepat Jakarta-Bandung mulai beroperasi pada  2019 mendatang. Saat beroperasi, pengelola akan mengoperasikan sebelas train set (Electric Multiple Unit/EMU). Satu train set terdiri dari delapan kereta atau gerbong atau dalam satu rangkaian kereta bisa membawa 583 penumpang.
Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan, kapasitas ini tentunya bisa dinaikkan hingga dua rangkaian untuk sekali jalan. Kondisi ini diterapkan saat terjadi kenaikan permintaan seperti libur panjang. ”Dalam situasi puncak kereta dapat digabungkan menjadi dua set, sehingga total penumpang lebih dari 1.000 penumpang,” ujarnya.
Untuk pengadaan kereta, KCIC membeli dari produsen asal China yakni China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang. KCIC sendiri rencananya mengoperasikan layanan kereta cepat Jakarta-Bandung selama 18 jam dalam sehari.
Proyek pembangunannya bahkan melibatkan 39.000 tenaga kerja, dari level pekerja kontruksi hingga tenaga ahli. KCIC merupakan perusahaan patungan bentukan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia-China. KCIC bertugas membangun hingga mengoperasikan kereta cepat.
Menurut Hanggoro, pekerja asing dimungkinkan terlibat dalam mega proyek kereta cepat namun dengan syarat khusus. Selain itu, proyek senilai US$ 5,5 miliar atau setara Rp77 triliun ini akan menggunakan 67% komponen lokal, sisanya dipasok dari komponen impor seperti dari China.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meresmikan proyek pembangunan kemarin menyebut kereta cepat rute Jakarta-Bandung sebagai kerjasama besar antara Indonesia dan China.
Pembangunan kereta cepat ini, kata Jokowi, merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara dirinya dengan Presiden China, Xi Jinping. Setelah pertemuan itu, pemerintah Indonesia mengambil berbagai langkah percepatan seperti perizinan agar proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa groundbreaking kemarin.
Sementara dalam acara peresmian kemarin ada yang mencuri perhatian dari acara tersebut. Bukan soal keretanya, tapi salah ketik alias typo di prasasti yang ditandatangani sang presiden.Salah ketik ini terlihat jelas pada kata ’Pembangunan’ di prasasti batu tertulis ’pembagunan’. (de/er/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY