Kereta Ringan Bikin Pemkot Jadi Galau

by -3 views

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Rencana pem­bangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan yang nanti akan melintasi Tugu Kujang, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor galau. Sebab, jalur tersebut akan berada di atas Tugu Kujang, sehingga dianggap mencederai ikon milik Kota Bogor dan dapat merusak nilai keindahan ikon itu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Suharto mengatakan, pembangunan LRT merupakan perintah dari Presiden yang harus diikuti Pemkot Bogor. Karena pembangunan kereta ringan ini sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.
Dalam pembahasan yang telah dilakukan dengan dinas terkait, sambung Suharto, pembangunan jalur LRT ini masih jadi perdebatan. Karena di satu sisi itu akan merusak estetika ikon Kota Bogor dan sisi lainnya ini merupakan amanat dari Perpres.
Dalam proses pembangunan ini, Walikota Bogor Bima Arya ingin pemberhentian LRT tidak di Terminal Baranangsiang, tetapi di Kedunghalang atau di Tanahbaru. Sehingga LRT tidak melintasi Tugu Kujang. “Risiko pembangunan LRT ini sangat tinggi karena bisa menimbulkan gejolak,” ujar Suharto seperti sedang galau dan dilema.
Suharto pun masih akan tetap berkonsultasi dengan pemerintah pusat terkait perencanaan pembangunan jalur LRT di Kota Bogor, lantaran jika dipaksakan bakal bertentangan dengan kearifan lokal. “Ini kan masih wacana, maka dari itu kita akan terus berkonsultasikan,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor Shahlan Rasyidi menerangkan, Tugu Kujang tersebut memang bukan Benda Cagar Budaya (BCB). Namun, menurut dia, Tugu Kujang ini ikon yang dibangun mantan bupati Bogor terdahulu. “Tugu Kujang ini merupakan kebanggaan Kota Bogor. Masa monumen kebanggaan kita mau dirusak dengan jalur LRT,” katanya.
Ia juga menginginkan agar wacana pembangunan LRT yang akan melintasi Tugu Kujang dapat dipertimbangkan kembali oleh Pemerintah Pusat maupun Pemkot Bogor. “Seharusnya bisa dipertimbangkan kembali agar pembangunan LRT tidak merusak estetika ikon Kota Bogor,” paparnya.
Jika pembangunan LRT masih tetap melintasi Tugu Kujang, Shahlan akan meminta pendapat budayawan-budayawan terkait rencana pembangunan LRT tersebut. “Kita pun harus meminta pendapat tokoh masyarakat yang ada di Kota Bogor terkait wacana tersebut,” jelasnya.
Terpisah, pengamat Transportasi Koko Triyono menjelaskan, untuk pembangunan jalur LRT yang nantinya akan memasuki Kota Bogor masih lama. Sebab, untuk saat ini prioritas pembangunan LRT ini masih di Cawang dan Cibubur. “Untuk Kota Bogor kan masih lama, jadi untuk perencanaan pun masih bisa kemungkinan diubah,” tuturnya. (mam/b/ram/wan)

Loading...