Kereta Ringan Mentok di Tugu Kujang

by -7 views

METROPOLITAN.ID – MENTOK: LRT yang bakal melintasi Jalan Pajajaran dari Terminal Baranangsiang itu diprediksi mentok oleh bangunan Tugu Kujang yang merupakan simbol Kota Bogor.

Rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan yang nantinya akan melintasi jalan protokol di Kota Bogor, masih menyisakan pembahasan. Sebab, kereta ringan yang bakal melintasi Jalan Pajajaran dari Terminal Baranangsiang itu diprediksi mentok oleh bangunan Tugu Kujang yang merupakan simbol Kota Bogor.
Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, kaitan pembangunan kereta ringan yang melintasi Tugu Kujang masih dilakukan pengkajian. Bima mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun tidak setuju jika nantinya Tugu Kujang harus berada di bawah kereta ringan. Karena menurut Bima akan merusak estetika Tugu Kujang.
“Prinsipnya LRT jadi karena keputusan presiden. Kita pun tidak dapat mengganggu gugat siapa pun dan ujungnya tetap masuk ke Terminal Baranangsiang dengan target selesai pada 2018. Tetapi kita akan berikan masukan kaitan kajian ke Tugu Kujang tersebut,” ujarnya kepada Metropolitan.
Tugu Kujang yang merupakan pusaka Kota Bogor akan dikolongi LRT. Butuh pertimbangan matang, terlebih harus memindahkan Tugu Kujang yang telah puluhan tahun berdiri. “Ini dirasa tidak mungkin, apalagi harus memindahkan Tugu Kujang. Pasti banyak masyarakat Kota Bogor yang beraksi,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Bogor Suharto menjelaskan, LRT yang melewati Tugu Kujang merupakan teknis yang perlu dikaji ulang, tetapi pemkot tak memiliki kewenangan untuk mengubahnya. Karena LRT merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat. “Kalau kita hanya dari segi perencanaan. Memang hal ini menjadi catatan kita agar tidak merusak estetika tersebut. Pemkot Bogor juga hanya menyediakan pendukung LRT,” katanya.
Pemkot Bogor telah menyiapkan dua opsi untuk lintasan LRT dari Tanah Baru langsung ke Terminal Baranangsiang atau LRT langsung ke Terminal Baranangsiang. Tetapi itu masih dikaji Pemerintah Pusat. “Jika melihat lahan di Baranangsiang masih sangat kurang, makanya kita siapkan feeder-nya. Sedangkan dari Tanah Baru ke Baranangsiang sedang dikaji karena harus ada persiapan lintasannya. Di Tanah Baru sudah dipersiapkan anggaran Rp10 miliar untuk pembebasan lahan seluas sepuluh hektare,” jelasnya.
Suharto menambahkan, harapannya memang LRT bisa masuk ke Baranangsiang. Tetapi, perlu redistribusi kebangkitan di pusat kota dengan faktor penunjang LRT seperti halte di BORR, Warung Jambu, Telkom, termasuk di kawasan Tugu Kujang agar tidak merusak estetika. “Soal lintasan di Tugu Kujang akan kita tanyakan ke ahli serta dibicarakan dengan masyarakat. Supaya estetika terpenuhi, kita akan sampaikan ke Kemenhub serta pihak pembangun LRT yakni PT Adhi Karya,” tandasnya. (mam/b/ram/wan)