SHARE

METROPOLITAN.ID | Sejumlah kasus orang hilang yang terjadi beberapa waktu belakangan, menjadi fokus perhatian Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (Timkor Pakem) DIY. Sebab, ada dugaan kejadian ini berhubungan dengan aktivitas kelompok radikal dalam perekrutan anggota. “Kami masih menunggu hasil investigasi polisi tentang kepastian ada tidaknya kaitan kelompok radikal,” kata Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY, Joko Purwanto, Minggu (10/1). Penyelidikan kasus ini ada dibawah wewenang Polda DIY. Jika hasil pemeriksaan mengarah ke kesimpulan kaitan dengan kelompok radikal, Timkor Pakem yang diketuai ex. officio Kepala Kejati DIY siap berkoordinasi dengan jajaran kepolisian. Sementara dari hasil identifikasi Tim Pakem, terdapat 79 aliran kepercayaan dan keagamaan yang berkembang di DIY. Terinci, di Kota Yogyakarta ada 17 aliran, Kabupaten Sleman 25 aliran, Kulonprogo 17 aliran, Bantul 15 aliran, dan Gunungkidul lima aliran. Semuanya dinyatakan bebas dari paham radikal. “Kami belum menemukan indikasi munculnya kelompok radikal. Tapi bagaimanapun kasus orang hilang ini tetap menjadi perhatian tim,” katanya. Sebagaimana diketahui, dr Richa Tri Handayani (28) dan anaknya Zafran Alif Wicaksono, pergi menghilang pada 30 Desember 2015. Saat itu, mereka dijemput sepupunya saat berada di rumah saudaranya di Maguwoharjo, Depok, Sleman. Sebelum pergi, dr Richa meninggalkan surat yang isinya ingin berjuang di jalan Allah. Selanjutnya, oknum PNS RSUP Dr Sardjito Yogyakarta berinisial ES juga menghilang bersama suami dan anaknya. Sebelum pergi, ES yang bertugas di bagian instalasi rehabilitasi mengajukan izin cuti pada Oktober 2015. Namun hingga kini jejaknya tidak diketahui.(SM)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY