SHARE

METROPOLITAN.ID | PARUNGPANJANG – Relawan Dompet Peduli Umat Daruut Tauhid Desi Suprihatini, membatah jika ketiga pasien gizi buruk di wilayah Parungpanjang telah ditangani dengan baik oleh pemerintah.
“Kalau Rosidi dan Marsel sama sekali belum pernah, semuanya bohong (membantah konferensi pers Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), red). Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mereka diurus setelah ramai di media cetak dan televisi,” ujar Desi Suprihatini kepada Metropolitan, kemarin.
Ia menjelaskan, dari ketiga pasien gizi buruk hanya satu ditangani pemerintah, yakni Sandi (13). Sandi mendapat perawatan jalan di RSUD Cibinong saat usia lima tahun. Itu pun tidak diberitahu diagnoasanya secara keseluruhan oleh pihak rumah sakit kepada orang tua Sandi.
“Padahal, orang tua Sandi berharap dapat mengetahui penyakit yang diderita anaknya. Aktivis kesehatan yang pernah mendapat penghargaan,” paparnya.
Menurutnya, pemerintah desa berbondong-bondong menyisir penderita gizi buruk. Sebab setelah pemberitaan media, kepala desa setempat salah satunya wilayah Jagabaya mencari-cari penderita gizi buruk. “Jadi terkesan terlambat dan tak peduli jika sekarang ramai-ramai cari yang gizi buruk,” cetusnya.
Kondisi terakhir, Sabtu (23/1), salah satu pasien bernama Muhammad Marsel sudah boleh dipulangkan. Sedangkan, kondisinya belum sembuh sepenuhnya. Namun, Rosidi (4) terus membaik. Rosidi yang sebelumnya tergolek lemas selama masa rawat inap akhirnya bisa duduk dipangkuan ibunya. Sementara badan Sandi (13) sudah mulai tidak kaku setelah mendapati perawatan intensif.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinkes Kabupaten Bogor Camelia W Sumaryana mengaku, kasus ketiga sudah pernah ditangani sebelumnya. Namun setelah dikembalikan, orang tua anak tidak memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan dan asupan gizi.
”Karena tidak memahami tentang asupan gizi, mereka kembali lagi mengalami gizi buruk. Sebab, tiga penderita gizi buruk ini sudah pernah kami tangani,” paparnya.
Ia mengaku sudah memerintahkan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Parungpanjang agar turun tangan. Petugas kesehatan sudah mengurus BPJS-nya. ”Ini bukan hanya peran Dinkes namun juga pemerintah desa dan kecamatan,” tandasnya. (sir/yok/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY