News, Sport and Lifestyle

Kocok Ulang Pimpinan DPR Dinilai Perlu Pertimbangan Matang

Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) meminta semua pihak, terutama partai politik (parpol) yang berada di DPR agar berpikir secara matang dan serius terkait wacana kocok ulang pimpinan DPR. Fraksi di DPR harus berpikir mekanisme seperti apa yang digunakan jika kocok ulang benar-benar dilakukan.”Mau pakai sistem proporsional atau sistem paket. Kalau sistem proporsional harus revisi UU MD3. Kalau sistem paket tidak perlu revisi UU,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Viva Yoga Mauladi dalam diskusi bertema “DPR 2016: Tantangan dan Peluang” di kantor Formappi, Jakarta Timur, Kamis (7/1).Selain Viva, tampil pula sebagai pembicara Sri Budhi Eko Wardhani (PUSKAPOL UI) dan Lucius Karus (Peneliti Formappi).Viva menjelaskan, jika memakai sistem proposional maka yang berhak menjadi Ketua DPR adalah partai pemenang pemilu yaitu PDIP. Selain PDIP, fraksi lain yang mendapat kursi wakil pimpinan adalah Golkar, Gerindra, Demokrat dan PAN. “Yang dibuang PKS,” kata Viva.Namun konsekuensinya, lanjut dia, ada partai-partai pendukung pemerintah yang tidak mendapat jabatan di Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Partai Nasdem, Hanura, dan PPP otomatis tidak mendapat jabatan di AKD seperti Komisi-Komisi dan Banggar karena sudah diambil oleh partai dengan nomor urut teratas.”Sementara partai-partai tersebut berada di urutan bawah karena perolehan suaranya kecil,” lanjut dia.Sementara, kata Viva, jika memakai sistem paket bergantung pada kesepakatan dan lobi. Pertarungannya bisa kembali terjadi antara partai pendukung pemerintah melawan Koalisi Merah Putih (KMP).”Kalau sistem paket akan gaduh lagi. Bisa menghidupkan lagi perseteruan lama antara KMP dan KIH. Itu kan tidak produktif,” tutur Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.Menurutnya, jika kocok ulang hanya melahirkan kegaduhan baru maka tidak perlu dilakukan. Kocok ulang yang melahirkan kegaduhan hanya membuat bangsa ini habis energi untuk pertarungan yang semata-mata merebut jabatan.(BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *