METROPOLITAN.ID | GUNUNGPUTRI – Area wisata Katoomba di Jalan Raya Bojongnangka, RT 20/09, Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputri, hingga kini belum menyumbangkan apa pun untuk Kabupaten Bogor melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, pengelola objek wisata yang memiliki kolam renang serta area komersil lainnya itu belum juga mengurus izin.
Menanggapi hal itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor meminta pengelola Kolam Renang Katoomba segera melengkapi perizinan sesuai jenis usaha yang ada.
“Awalnya mereka hanya mengantongi izin restoran, tapi kolam renangnya tidak. Tapi yang ramai malah kolam renangnya, bukan restorannya,” ujar Kasi Objek Wisata Disbudpar Kabupaten Bogor Wardani, kemarin.
Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi sudah memerintahkan Komisi I dan Komisi IV memeriksa legalitas objek wisata komersil Katoomba. Tempat rekreasi itu diduga tidak memiliki izin operasional sehingga bisa membahayakan.
“Apa pun alasannya kalau tidak memiliki izin, ya stop dulu operasionalnya. Pimpinan segera minta komisi terkait, I dan II, melakukan peninjauan untuk kita rekomendasikan ke eksekutif sebagai tindak lanjut,” kata orang nomor satu di parlemen Kabupaten Bogor itu.
Berdasarkan data BPPT Kabupaten Bogor, tempat wisata Katoomba hanya memiliki izin bangunan dasar berupa IMB dan Izin Gangguan (HO). Sedangkan yang lain masih ilegal. Bahkan, tempat wisata yang awalnya hanya untuk kolam renang, malah memiliki berbagai macam fasilitas, seperti rumah makan, family gathering hingga wahana bermain anak-anak. (sep/yok/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here