News, Sport and Lifestyle

Komisi B bakal Cari Jalan Tengah

Terkait Revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor nampaknya akan mengawasi kinerja Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) dalam rencana revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi B Mardinus Haji Tulis ketika dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.
Mardinus mengatakan, pengawasan ini dilakukan agar kejadian kurang mengenakkan terkait revitalisasi di Blok A dan B tak terulang lagi. “Kejadian kemarin itu kan karena kurangnya perencanaan, makanya sekarang biar matang dulu KAK-nya,” ujar Mardinus.
Menurut Mardinus, Komisi B yakin akan mendapat jalan tengah terbaik dari betot-betotan keinginan kedua belah pihak. Sejauh ini, Komisi B belum memberi kesepakatan apa-apa karena memang masih dibahas. Pada Kamis (14/1) mendatang, Komisi B juga akan melakukan pertemuan dengan Badan Pengawas.
“Sekitar jam dua bertemu Badan Pengawas untuk mencari formula yang tepat kaitan revitalisasi agar melihat dari dua sisi,” papar Mardinus.
Keputusan yang nanti dibuat Komisi B tak akan memenangkan kedua belah pihak alias tidak ada yang menang mutlak. Namun, tetap memberikan jalan terbaik bagi PD PPJ dan pedagang agar revitalisasi dapat berjalan tanpa menimbulkan gejolak serta pedagang tetap diayomi keinginannya.
Mardinus menerangkan, salah satu keinginan yang akan diperjuangan Komisi B yakni tidak adanya pengocokan kios saat sudah direvitalisasi.
Pengocokan hanya akan memberi dampak yang sama seperti kejadian di Blok A dan B, yakni akan membuat pedagang lama hilang, padahal potensi pedagang lama sangat bagus. “Hal ini harus dicantumkan pula di KAK, jadi pihak ketiga harus mematuhinya,” kata Mardinus.
Sebelumnya diberitakan, pertemuan Paguyuban Pedagang Blok F Pasar Kebonkembang dengan Komisi B DPRD Kota Bogor terkait permintaan untuk menunda dua kali Lebaran revitalisasi Blok F Pasar Kebonkembang belum menemukan titik terang.
Ketua Paguyuban Pedagang Blok F Suryanto mengatakan, Komisi B belum bisa menjawab dikarenakan masih belum melihat KAK Blok F dari PD PPJ. ”Permintaan kami sama, Komisi B hanya bilang akan coba memperjuangkannya,” ujar Suryanto kepada Metropolitan, Senin (11/1) lalu.
Suryanto menuturkan, dari hasil audiensi yang memakan waktu satu jam lebih itu, Komisi B memberi oleh-oleh kepada pedagang, yakni pedagang lama yang berjumlah 178 orang harus menyerahkan bukti kartu kuning kepada Komisi B. Karena kartu kuning sebagai bukti otentik keabsahan pedagang lama. Hal ini tentu disanggupi para pedagang. ”Ya tentu ada dong. Nanti akan kami kumpulkan lalu dikirim ke Komisi B,” jelas Suryanto. (fla/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *