News, Sport and Lifestyle

Komplotan ini Gunakan Arit Untuk Bobol Kunci Motor

METROPOLITAN.ID |  Jakarta –  ‎Polsek Tanjung Priok, Minggu (17/1) berhasil menciduk komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang biasa menyasar sepeda motor‎ yang terparkir di pinggir jalan dan tidak pada tempatnya.Berbeda dengan kawanan curanmor lain yang kerap memakai obeng atau “kunci T”, para pencuri sepeda motor ini menggunakan senjata tajam jenis sabit‎ atau arit untuk membobol kunci kontak sepeda motor.Delionisius (21), pemilik sepeda motor Satria FU dengan nomor polisi B-6043-BMA yang nyaris dibawa kabur pelaku, mengatakan kejadian pencurian yang menimpanya terjadi pada Minggu (17/1) sekitar Pukul 03.00 WIB dini hari.Kejadian pencurian itu terjadi ketika pria yang berprofesi sebagai teknisi komputer itu sedang mendatangi Warung Internet (Warnet) Ozy Jezzy yang terletak di Jalan Sunter Kemayoran Nomor 2, RT01/RW02, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.”Saat itu saya sedang memperbaiki‎ komputer di lantai 2 yang nge-hang, lalu penjaga warnet tersebut memberitahu saya kalau ada dua orang pria yang sedang mencongkel sepeda motor saya,” ujar Delio, Senin (18/1) sore di Markas Polsek Tanjung Priok.Penjaga warnet, Lili, 31, mengetahui aksi ketiga pelaku tersebut dari layar CCTV (Close Circuit Television)‎ yang terlihat dari monitor PC server di meja kasir.Setelah mendengar informasi tersebut, dirinya langsung keluar dari warnet dan meneriaki pelaku yang sedang asik mencongkel motornya. Sadar aksinya ketahuan, pelaku berusaha melarikan diri.”Saya langsung teriakin dan untungnya mereka nggak sempat kabur, akhirnya mereka digebukin oleh warga sekitar dan pengunjung warnet,” tambahnya.Sementara itu, Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Tumpak Simangunsong, mengatakan ‎ketiga pelaku merupakan kelompok curanmor baru yang menggunakan modus memakai sabit dengan ujung agak tumpul untuk membobol kunci kontak sepeda motor.”Arit yang digunakan pelaku rupanya digunakan juga sebagai alat untuk membuka kunci kontak sekaligus untuk melumpuhkan korban‎, modusnya clurit untuk digunakan membuka kunci setang motor, setelah motor hidup langsung dibawa lari dalam waktu kurang dari 30 detik,” ujar Simangunsong.Ia menjelaskan komplotan tersebut kerap menyasar sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan dan melakukan aksinya pada malam atau dini hari agar tidak diketahui oleh pemilik kendaraan.

Tiga pelaku curanmor yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian yakni:
– Hari Aditya Adinda (22) warga Pulomas, Jakarta Timur
– Kiki Saputra (19) warga Cempaka Putih, Jakarta Pusat
– Anjas Triya Warsono (20) warga Bentengan Mas Timur, Jakarta UtaraSedangkan barang bukti yang disita oleh polisi yakni sepeda motor Satria FU 150 dengan nomor polisi B-6043-BMA beserta STNK, sepeda motor Yamaha Mio berwarna biru dengan nomor polisi B-3947-TDN, dan sebilah sabit.Simangunsong menghimbau kepada seluruh warga masyarakat di Tanjung Priok untuk memarkir kendaraan pada tempatnya dan menggunakan kunci tambahan pada sepeda motornya untuk mempersulit pelaku curanmor melakukan aksinya.Saat ditanyai oleh awak media, Anjas, mengaku‎ sudah melakukan aksinya beberapa kali dengan target sepeda motor yang diparkir tanpa pengawasan dari pemiliknya.”‎Tadi niatnya untuk saya pakai sehari-hari, tapi lama-kelamaan akhirnya saya jual pretelan, harganya Rp 800 ribu untuk bagian mesin matiknya saja,” kata Anjas.Hal serupa juga diungkapkan oleh Kiki Saputra, ia mengaku menjual kembali sepeda motor yang ia curi dengan harga Rp 3-4 juta untuk sepeda motor batangan dan Rp 1-2 juta untuk motor matik dan bebek.”Hasil jual motor saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari mas, soalnya saya masih nganggur dan cuman serabutan sebagai tukang parkir,” ungkap Saputra.Polisi menjerat mereka dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara di bawah 5 tahun.(beritasatu.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *