SHARE

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), mengapresiasi kinerja Polri dalam mengatasi aksi teror di Starbucks Cafe dan Pos Polisi Lalu Lintas, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Penanganan Polri terhadap para pelaku dinilai cukup cepat.Komisioner Kompolnas, M Nasser, mengatakan, kedatangan Kompolnas ke Polda Metro Jaya bertujuan untuk memperoleh keterangan atau penjelasan lengkap tentang kasus teror Thamrin.”Kami mendapatkan penjelasan yang sangat komprehensif bagaimana para teroris itu memperlakukan warga sipil dan menembak polisi lalu lintas yang sedang bertugas. Itu menggambarkan betapa biadabnya pelaku, keimanan dalam agama diselewengkan, dan ini patut untuk dikutuk,” ujar Nasser, di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/1).Dikatakan Nasser, Kompolnas juga memperoleh penjelasan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian, kalau sebenarnya seluruh rangkaian penanganan itu berdurasi dalam kurun waktu 22 menit.”12 menit pertama memang nampaknya teroris itu bergerak, dan pada 10 menit terakhir teroris sudah dapat dikendalikan,” ungkapnya.Menyoal sebelumnya sudah ada sinyal yang memperingatkan akan terjadi teror, Nasser membenarkannya.”Betul. Saya dengar tadi Kapolda mengatakan intelejen kepolisian sudah mempunyai informasi yang cukup bahwa akan ada bentuk-bentuk kegiatan teror di bulan Desember. Namun, saya lihat polisi ini kecepatan bertindaknya luar biasa. Seluruh dunia mengakui,” katanya.Ihwal apakah polisi kecolongan, Nasser membantahnya. “Saya kira tidak. Anda lihat 22 menit sudah diatasi. Seluruh pelaku empat semuanya meninggal. Saya kira ini patut diapresiasi. Tidak ada yang kecolongan,” tegasnya.Senada, Komisioner Kompolnas Logan Siagian menyampaikan, polisi tidak kecolongan terkait aksi teror itu.”Kalau kita katakan kecolongan tidak juga. Buktinya dalam tempo beberapa menit bisa ditanggulangi. Namun, ini membuktikan harus seluruh masyarakat membantu aparat. Kalau ada sinyal-sinyal yang mencurigakan harus dibantu. Kami dari Kompolnas sangat apresiasi. Kami tadi mendorong dan mengapresiasi,” tandasnya.(beritasatu.com)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY