SHARE

METROPOLITAN.ID | Guna menggali potensi dan meraih prestasi di Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2017 mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kulonprogo dan Pengkab Pertina menggelar <I>workshop<P> ‘pengembangan dan pembinaan olahraga potensi’ di rumah dinas Bupati, Senin (11/1). Workshop dibuka Asek II bidang perekonomian, pembangunan, SDA Kulonprogo, Triyono SIP MSi dan dihadiri Komisi IV DPRD Kulonprogo, Muridna, Kabid Binpres KONI DIY, Agung Nugroho, pengurus cabang olahraga (cabor) dan perwakilan dari sekolah.
“Untuk meraih prestasi menyongsong Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2017 perlu membangun sistem manajemen olahraga yang baik antara lembaga olahraga dengan dinas instansi pengampu untuk mewujudkan pemuda dan olahraga di Kulonprogo yang sehat dan berprestasi,” kata Ketua KONI Kulonprogo, Bambang Gunoto SPd didampingi ketua panitia, Ferry Kuahaty.
Menurut Bambang, melalui workshop ini muncul gagasan untuk membina atlet sejak usia dini, menjalin kerjasama dengan pihak sekolah melalui kegiatan ekstra kurikuler dan membuat Pusat Pendidikan dan Latihan Daerah (PPLD).
Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY, Ir Edy Wahyudi MPd sebagai narasumber mengatakan, terobosan yang dilakukan Kulonprogo merupakan langkah awal yang positif untuk meraih kemandirian dan prestasi. Untuk pengembangan kedepan Kulonprogo perlu memetakan cabor yang jadi unggulan.
“Kerjasama dengan sekolah melalui kegiatan ekstra kurikuler seperti yang dilakukan cabor tinju dengan SMK Bopkri Wates patut dicontoh cabor lain. Selain itu dengan dinas terkait dapat membuat PPLD, seperti yang sudah kami lakukan, ada Pembinaan Atlet Berbakat (PAB) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Tidak semua cabor masuk program tersebut. Bagi cabor yang tidak berprestasi dapat diganti cabor lainnya. Untuk PPLP, tahun ini taekwondo akan kami ganti dengan pencak silat,” jelasnya

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY