SHARE

METROPOLITAN.ID | KEMANG – Meski telah diberitakan berkali-kali, keberadaan hotel kelas melati dan kontrakan yang sering dijadikan lokasi esek-esek dengan tarif Rp60.000 sekali huni masih tetap marak di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor, salah satunya di Blok Empang, RT 04/02, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
“Di sini banyak wanita yang mangkal di pinggir jalan dan banyak juga yang bawa pasangannya ke kosan. Saya dengar kamar di sana disewakan seharga Rp60.000,” ujar tokoh masyarakat sekitar, Ruhiat (56).
Menanggapi hal ini, pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor Yosi Ridwan Hidayat, meminta agar pe­merintah setempat maupun Bupati, konsisten dalam memberantas penyakit masyarakat. “Ini sudah sangat keterlaluan, sampai rumah kontrakan saja jadi tempat mesum gratis,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.
Ia berharap, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat­pol PP) Kabupaten Bogor bisa dengan si­gap menindak penyakit masyarakat di wilayah utara Bumi Tegar Beriman tersebut. Se­belumnya, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Kemang Suherman Susilo, mengaku belum menerima laporan terkait alih fungsi kosan menjadi hotel malam. Ia bahkan sudah memerintahkan Satpol PP untuk melakukan penyelidikan.
“Saya baru dengar ada aktivitas di sana dan secepatnya akan ditindaklanjuti. Meng­ingat di Kemang kerja sama antara pemilik Tempat Hiburan Malam (THM) sangat bagus, jadi kalau mau razia atau inpeksi mendadak (sidak) harus dimatangkan,” pungkasnya. (pb/yok/run)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY