SHARE

METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Tangsel menarget tahun 2016 investasi yang masuk naik sekitar 15 persen. KMPD optimis dengan pertumbuhan ekonomi Tangsel cukup bagus di angka 8,4 persen di atas nasional harus ditertahankan.
Kepala KPMD Tangsel, Oting Ruhiyat mengatakan, target 2016 harus ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Pasalnya, sambung Oting, investasi secara keseluruhan baik Penanaman Modal Asing (PMA) sejak 2014 hingga 2015, 8.519.600 US$, mengalami kenaikan drastis yang mencapai 56.927.080 US$. Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp2.990.000.000, meningkat menjadi Rp69.299.471.700
“Tahun demi tahun investasi di Kota Tangsel terus tumbuh. Hal ini berkaitan dengan kebijakan kota sebagaimana konsep kota perdagangan dan jasa sebagai konsen kami,” katanya.
Oting menuturkan, PMA terbilang banyak tumbuh di Kota Tangsel sekitar 30 persen. Tapi yang lebih dominan adalah modal dalam negeri atau orang lokal sebesar 70 persen. Bidang jasa yang paling dominan adalah properti, sisanya perdagangan dan jasa, termasuk juga koperasi.
“Properti tumbuh pesat, sekitar 10 persen unggul dari yang lain. Hal ini wajar di berbagai kecamatan secara merata ada perumahan. Warga datang dari berbagai daerah untuk tinggal di Tangsel dengan hunian yang nyaman,” ujarnya.
Ia pun menyebut Kota Tangsel, Singapura bagi Indonesia, meski daerah kecil namun tumbuh ekonomi dengan baik. Saat ini saja sekitar 6 ribu perusahaan lebih yang terdaftar di KPMD sudah mengoperasikan usahanya. Kantor-kantor perusahaan besar dari perbankan, konstruksi hingga medis telah berjubel. (ded/sal)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY