SHARE

METROPOLITAN.ID |  Paris – Pimpinan pertahanan dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris dan empat negara lainnya bertemu di Paris, Rabu (20/1).Pertemuan ini untuk membahas cara meningkatkan keberhasilan melawan kelompok ISIS, termasuk meningkatkan sejumlah polisi dan pelatih militer potensial .Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ash Carter mengatakan, pertemuan itu merupakan kesempatan untuk berbicara tatap muka antar penyumbang utama dalam koalisi yang dipimpin Amerika, yang juga termasuk Jerman, Italia, Australia dan Belanda.“Saya akan meminta pandangan mereka dan mengutarakan kepada mereka pikiran saya tentang bagaimana kita dapat meningkatkan kampanye, termasuk berbagai macam kemampuan, kekuatan militer, yang diperlukan,” kata Carter, seraya memperkirakan meningkatnya jumlah pelatih dalam beberapa bulan mendatang, termasuk polisi yang dapat membantu mempertahankan wilayah yang direbut dari ISIS.Prancis merupakan negara pertama yang bergabung dengan serangan udara yang dipimpin Amerika di Irak, sejak kelompok bersenjata ISIS melakukan serangan terhadap Paris pada November 2015.Presiden Francois Hollande telah meningkatkan operasi udara Prancis melawan ISIS, termasuk di Suriah. Dia menyumbang sekitar 20 persen serangan koalisi.Pejabat kementerian pertahanan Prancis, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan koalisi akan mendiskusikan cara-cara untuk memperkuat upaya melawan ISIS.“Ini bukan hanya tentang menambahkan lebih banyak pesawat, tapi juga pelatih untuk meningkatkan kecepatan agar pasukan lokal dapat merebut kembali wilayah terhadap ISIS,” imbuhnya.Carter menawarkan pasukan Amerika yang menuju Irak sebuah penilaian optimis yang menekankan kemajuan oleh pasukan Irak.Dia fokus pada upaya untuk ‘meruntuhkan’ pusat-pusat kekuatan ISIS di al Raqqa di Suria dan Mosul di Irak.(KRIMINALITAS.COM,)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY