SHARE

METROPOLITAN.ID | CIAMPEA – Praktik pembakaran ban bekas yang dilakukan  pabrik kapur ilegal di Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, masih terus terjadi hingga saat ini. Asap hitam mengepul terlihat jelas di tengah pemukiman warga. Bahkan, belum lama ini warga Desa Benteng banyak yang mengeluhkan asap pembakaran tersebut.
Camat Ciampea Juanda Dimansyah mengakui praktik pembakaran ban secara ilegal masih terus terjadi. Namun, aktivitasnya sudah tak sebanyak tahun sebelumnya.
“Kami sudah melakukan upaya secara persuasif agar praktik penambangan ilegal ini dihentikan. Pemilik pabrik kapurnya sudah kita panggil dan menandatangani surat pernyataan jika masih membakar pakai ban akan disegel,” jelasnya kepada Metropolitan, kemarin. Enam bulan terakhir, lanjut dia, sudah ada empat tungku pabrik kapur yang disegel lantaran melakukan pelanggar. Si pemilik  surat menandatangani surat pernyataan, tapi masih juga membakar dengan ban bekas.
Meski sudah disegel, kegiatan ilegal tersebut tetap dilakukan secara kucing-kucingan oleh penduduk Desa Ciampea yang sudah puluhan tahun menjadi penambang kapur liar.
“Sebab, pembakaran kapur ini sudah menjadi mata pencaharian penduduk di desa ini. Jadi, kita berhadapan dengan tradisi masyarakat yang bekerja sebagai penggali kapur secara turun temurun dan belum juga ada solusi alternatif pekerjaan lain bagi mereka,” ujarnya.
Ia juga mencatat sekitar 800 warga di kampung tersebut sudah menjalankan usaha sebagai penambang dan pembuat kapur sejak zaman Belanda. Namun ternyata sejak 1970 silam, jumlahnya malah semakin banyak. Ada sekitar 40 tungku pembakaran kapur di desa tersebut. “Tapi sekarang sedikit demi sedikit jumlahnya sudah berkurang. Pengurangan ini karena upaya pemerintah memberikan sosialisasi secara persuasif kepada masyarakat untuk mengganti pekerjaan lain,” katanya.
“Berdasarkan kajian, Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat memberikan rekomendasi agar bahan bakar untuk membakar kapur dari awalnya menggunakan ban bekas diganti menggunakan serbuk gergaji,” paparnya.(ads/b/yok/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY