News, Sport and Lifestyle

LIPI Dorong Desain Pilkada Serentak Nasional dan Daerah

METROPOLITAN.ID | Jakarta – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mendorong desain pilkada serentak yang dipisahkan antara pilkada serentak nasional dan pilkada serentak daerah atau lokal dalam revisi paket UU Pemilu. Menurut Syamsuddin, pilkada serentak nasional khusus untuk memilih presiden, wakil presiden, DPR RI dan DPD.”Sementara pilkada serentak daerah atau lokal untuk memilih kepala daerah dan DPRD provinsi dan kabupaten,” ujar Syamsuddin, di Jakarta, Selasa (12/1).Dia menjelaskan bahwa rentang waktu antara pilkada serentak nasional dengan pilkada serentak daerah 2,5 tahun. Sehingga setelah pilkada serentak nasional, maka 2,5 tahun sesudahnya, maka akan digelarkan pilkada serentak daerah.Rentang waktu 2,5 tahun dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi mandat politik yang diberikan kepada caleg dan parpol. Kalau 5 tahun terlalu kelamaan dan nanti parpol dan politisi keenakan, makanya perlu dievaluasi setiap 2,5 tahun melalui pilkada serentak nasional dan daerah,” jelas dia.Syamsuddin juga mendesak DPR RI agar memasukan revisi paket UU Pemilu ke dalam prolegnas 2016. Dengan dimasukkan dalam prolegnas 2016, maka DPR RI dan rakyat mempunyai cukup waktu untuk mempersiapkannya.”Banyak hal yang perlu dipikirkan dalam revisi paket UU Pemilu, mulai dari aspek penyelenggara, peserta dan sistemnya supaya tidak terjadi tumpang tindih, multitafsir dan tumpang tindih satu sama lain,” tandas dia.Hal senada diungkapkan oleh Direktur Populi Center Nico Harjanto yang mendorong revisi paket UU Pemilu segera dimasukkan menjadi prolegnas 2016.Menurutnya, jangan sampai DPR mengabaikan revisi paket UU Pemilu yang pada akhirnya buru-buru melakukan revisi sehingga tidak menghasilkan UU yang mampu menjamin penyelenggaraan pemilu yang Luber dan Jurdil.”DPR harus sadar bahwa revisi paket UU Pemilu ini menyangkut hidup mereka yang bertarung dalam pemilu. Karena itu, mereka harus melakukan persiapan matang,”(BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *