News, Sport and Lifestyle

LPM bakal Ontrog RS Medika Dramaga

Terkait Banyaknya Keluhan Warga Sekitar

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Terkait keluhan masyarakat atas beberapa persoalan Rumah Sakit Medika Dramaga (RSMD), Lembaga Pemerdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Margajaya berencana bakal mendatangi manajemen rumah sakit. Hal itu dilakukan untuk mempertanyakan kembali kesepakatan bersama yang sudah dituangkan saat awal pembangunan.
Ketua LPM Eko Pandu mengatakan, kedatangan mereka tak lain untuk menyampaikan keluhan masyarakat dan kesepakatan bersama yang telah lama tertuang. Sebab, dikhawatirkan manajeman RSMD yang baru tidak mengetahui jika sebelumnya sudah ada kesepakatan antara rumah sakit dengan masyarakat. “Kami akan menyampaikan beberapa keluhan dan mempertanyakan izin lingkungan sekitar,” kata Eko kepada Metropolitan, kemarin.
Eko menjelaskan, sesuai tugas dan fungsi LPM, keluhan-keluhan masyarakat disampaikan agar ada penyelesaian antara manajemen rumah sakit dan warga. Sehingga tidak timbul kerancuan antara keduanya. “Salah satunya permasalahan saluran air yang sering menyebabkan bau sampah dan banjir ke rumah warga sekitar. Termasuk dana CSR 2015 yang tidak digulirkan ke masyarakat,” terangnya.
Belum lagi, sambung Eko, adanya rencana perluasan RSMD hingga wilayah Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Rencana ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga jika sampai pemerintah kabupaten mengeluarkan izin HO pembangunan. “Kekhawatiran disebabkan adanya permasalahan lingkungan yang terjadi di Kelurahan Margajaya. Jika izin dikeluarkan warga takut akan berdampak lebih luas,” imbuh Eko.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Dramaga Yayat Supriyatna membenarkan adanya rencana RSMD untuk memperluas pembangunan. Pembangunan akan dilakukan di wilayah Kampung Drabas, Desa Dramaga, seluas 1,1 hektare. Berkaca pada permasalahan di Kelurahan Margajaya, Yayat ingin manajemen RSMD mengkaji terlebih dahulu dampak lingkungan setelah pembangunan. Jangan sampai malah merugikan masyarakat.
“Kami tidak ingin permasalahan di Kelurahan Margajaya berdampak di wilayah ini. Sebelum keluar izin harus dilihat dampak lingkungan seperti pengelolaan limbah dan akses jalan warga. Pihak rumah sakit juga harus mengantisipasi banjir Kali Cibungur,” tegas Yayat. Terpisah, saat dikonfirmasi Direktur Utama RSMD dr R Giosefi tidak menjawab sambungan telepon seluler yang disampaikan wartawan Metropolitan. (ads/fin/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *