SHARE

10 Ribu Kendaraan Masuk Kota Bogor

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Liburan panjang akhir 2015 kemarin ternyata berdampak pada kemacetan kendaraan di sejumlah ruas. Hal itu lantaran beberapa tempat liburan yang ada di Kota Bogor menjadi salah satu destinasi wisata ribuan penikmat piknik. Di antaranya Kebun Raya Bogor, The Jungle Water Park, Kampung Budaya Sindangbarang dan beberapa tempat liburan lainnya.
Kasat Lantas Polres Bogor Kota AKP Irwandi megatakan, selain menjadi tempat tujuan wisata, kemacetan yang terjadi di Kota Bogor juga disebabkan karena Bogor merupakan jalur lintasan wisatawan. Terlebih menurutnya banyak wisatawan yang bertujuan ke Puncak harus melintasi Kota Bogor. “Untuk arus balik ini sangat padat. Banyak wisatawan yang baru pulang di hari Minggu (kemarin, red) ini,” ujarnya kepada Metropolitan.
Selain di Jalan Pajajaran dan Jalan KH Sholeh Iskandar, kemacetan pun terjadi di Jalan Juanda, Jalan Jalak Harupat dan Jalan Otista. “Macet yang terjadi di jalan kota ini karena dampak dari jalan utama. Seperti yang terjadi di Jalan Otista, itu merupakan dampak dari Jalan Pajajaran,” terangnya.
Dalam Pam akhir tahun ini, kata Irwandi, setidaknya ada seribu personel yang diturunkan. Anggota tersebut dari gabungan antara Polres Bogor dan DLLAJ Kota Bogor yang ikut menertibkan lalu lintas di Kota Bogor. “Kita melakukan pengamanan dari Natal hingga besok,” paparnya.
Sementara itu, Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra memaparkan, kemacetan yang terjadi di Kota Bogor hanya sementara. Menurut dia, kemacetan ini merupakan arus balik dari wisatawan yang liburan tahun baru di Puncak maupun dari Kota Bogor. “Wisatawan yang hendak pulang pun banyak yang masuk ke dalam Kota Bogor, sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas di beberapa jalan,” katanya.
Ia juga menambahkan, setidaknya ada sepuluh ribu kendaraan yang masuk ke dalam Kota Bogor untuk akhir pekan kemarin dari beberapa tujuan. Yang paling banyak diminati adalah The Jungle Water Park dan Terminal Tas yang ada di Tajur. “Di dua lokasi itu sering terjadi kepadatan karena banyak masyarakat yang ingin masuk ke sana,” tandasnya. (mam/b/ram/wan)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY