News, Sport and Lifestyle

Mahasiswa Tuntut Kadisdik Dicopot

METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali diterpa isu tak sedap. Ini terjadi setelah puluhan pelajar dari Gerakan Mahasiswa Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Gema Kosgoro) kota setempat menggeruduk kantor Disdik Kota Tangsel yang berada di kawasan Rawabuntu, Kecamatan Serpong, Kamis (14/1).
Para pedemo itu membawa keranda yang melambangkan matinya pendidikan di kota pemekaran tersebut. Selain itu, mereka juga membawa spanduk bertuliskan ’Pendidikan Gratis Bohong, Dunia Pendidikan Lahan Bisnis’ ini pun meneriakkan yel-yel yang menuntut agar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tangsel segera dicopot dari jabatannya.
”Copot kepala dinas dari jabatannya karena tak mampu menjalankan amanah undang-undang dan lalai mengawasi bawahannya,” teriak salah seorang orator di depan gerbang kantor Disdik Tangsel yang dijaga ketat puluhan polisi dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Tangsel.
Selain berorasi menuntut Kadisdik Tangsel dicopot, mereka juga membakar keranda yang dibawanya. Namun, aksi yang dilakukannya itu mendapat reaksi keras dari petugas yang sejak pagi hari berjaga-jaga di lokasi.
”Silahkan kalian teriak-teriak sampai sore tapi tidak perlu melakukan pembakaran,” ujar salah seorang petugas kepolisian sambil memadamkan api di keranda tersebut.
Setelah berorasi selama hampir satu jam di depan gerbang Disdik Tangsel dengan penjagaan ketat yang dilakukan aparat TNI/Polri serta Pol PP Tangsel, mereka pun membubarkan diri. Sementara, tak satu pun pejabat di lingkup Disdik Tangsel yang mau menemui pedemo.
Ketua Gema Kosgoro Tangsel Isram Alva Edison mengatakan, ada beberapa item yang menjadi tuntutan mahasiswa Kosgoro. Selain menuntut Kadisdik Tangsel dicopot, pihaknya juga mendesak agar oknum kepala sekolah yang diduga melakukan bisnis jual beli buku serta melakukan pungli segera dipecat.
”Kami melihat sekolah saat ini sudah menjadi lahan bisnis yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggung jawab,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa agar mengusut tuntas kasus dugaan manipulasi pengadaan buku senilai Rp3,5 miliar yang telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1,7 miliar. (dra/ded/salrun)
”Kejari harus mengusut kasus dugaan manipulasi pengadaan buku di lingkungan dindik Tangsel hingga tuntas,” beber Isram.
Sementara itu, Kasie Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Dindik Tangsel, Sapta Maulana mengaku bakal menindaklanjuti apa yang disampaikan para pendemo. Meski begitu, Sapta menyayangkan semua yang disampaikan mahasiswa tanpa didukung adanya bukti-bukti yang kongkrit.
”Kalau memang disitu ada pelanggaran, kita berharap ada bukti-bukti yang mendukung. Namun kita akan tindak lanjuti apa yang disampaikan mahasiswa, karena ini juga menjadi salah satu bahan evaluasi bagi kita di dinas pendidikan ini,” kata pria yang juga menjadi anggota Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Tangsel ini. (dra/ded/sal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *