SHARE

METROPOLITAN.ID | CIAWI – Dugaan praktik komersialisasi ijazah di SMP Terbuka 2 Ciawi mengundang kemarahan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Bogor Aman Noor Muslihat menegaskan, sekolah negeri, swasta maupun terbuka dilarang menahan ijazah siswa.
”Bila memang SMP Terbuka 2 Ciawi melakukan pungutan untuk pengambilan ijazah, itu namanya pelang­garan,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin. Ia mengaku akan melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. Jika terbukti, maka akan dikenakan sanksi tegas kepada yang bersangkutan. “Sanksi ini akan kita tentukan sesuai mekanisme yang ada,” paparnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah alumni SMP Terbuka 2 Ciawi, Kecamatan Ciawi, Tahun Ajaran 2014/2015 mengeluhkan adanya biaya penebusan ijazah. ”Uang yang diminta tersebut katanya untuk perbaikan pe­nulisan nama. Memang untuk no­minalnya tidak besar, tapi kalau dikalikan dengan banyaknya alumni, nilainya lumayan,” ungkap alumni yang enggan namanya dikorankan.
Sementara itu, Kepala SMP Terbuka 2 Ciawi Dadi Hidayat membantah adanya biaya penebusan ijazah. “Tidak ada pungutan, yang ada hanya keterlambatan penyerahan ijazah,” kilahnya.
Terpisah, Ketua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Ikatan Komunitas Kawasan Puncak dan Sekitarnya (IKKPAS) Iman sukarya menyayangkan adanya pungutan untuk pengambilan ijazah atau penulisan nama. “Kalau benar seperti itu, kami sangat menyesalkan karena untuk SMP, apalagi SMP Terbuka, seharusnya digratiskan,” tegasnya. (ash/yok/run/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY