News, Sport and Lifestyle

Maret, Sistem Satu Arah Berlaku

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mematangkan program dan perubahan Sistem Satu Arah (SSA) jalur Kebun Raya Bogor (KRB). Rapat membahas SSA dihadiri beberapa instansi terkait. Di antaranya walikota, sekda, ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Dandenpom, Kapolres Bogor Kota, Dandim 0606, DPC Organda dan seluruh SKPD di lingkungan Pemkot Bogor.Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, rapat berbagai elemen dilakukan untuk menyepakati perwujudan realisasi SSA searah jarum jam di KRB. Semua persiapan harus matang sebelum direalisasikan, terutama kesiapan dinas yang berhubungan langsung seperti DLLAJ, DKP, DBMSDA dan pihak kepolisian. “Kita sudah menyepakati soal waktu direalisasikannya SSA. Jadi semua perencanaan harus matang, baru program satu arah itu direalisasikan,” ujar Bima kepada Metropolitan, kemarin.Jika semuanya berjalan lancar, lanjut walikota, sekitar Maret atau April 2016 sudah bisa dilaksanakan SSA. Sebagai bentuk tindak lanjut, nanti akan dibentuk juga tim khusus yang berasal dari lintas elemen dan unsur pemerintah. Penerapan satu jalur memiliki berbagai dampak positif bagi Kota Bogor. Di antaranya sebagai solusi mengatasi kemacetan dan ketertiban masyarakat. “Kita akan semakin mematangkan pembahasan program SSA ini dalam satu minggu ke depan. Sosialisasi secara menyeluruh pun akan segera dilakukan agar realisasi SSA bisa dipercepat,” terangnya.Bima menekankan soal penanganan PKL di kawasan Jalan Otista. Orang nomor satu di Kota Bogor itu pun meminta PD Pasar Pakuan Jaya harus segera merealisasikan dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) revitalisasi Pasar Bogor dan Pasar Warungjambu agar keberadaan PKL yang ada di Jalan Otista bisa direlokasi semua. “Solusinya kalau dana PMP direalisasikan di Warungjambu Blok A dan B serta Pasar Bogor, maka PKL yang ada di Jalan Otista maupun Jalan Suryakencana bisa direlokasi. Kita harapkan pembangunan bisa selesai pada pertengahan tahun nanti atau Juni dan Juli 2016 ini,” paparnya.Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin mengatakan, program SSA merupakan perubahan cukup signifikan untuk Kota Bogor ke depan. Karena selama ini di kawasan KRB memang dibutuhkan penanganan lalu lintas yang menyeluruh. “Perubahan jalur sistem satu arah itu bisa dimulai kapan saja, tetapi apakah kita sudah siap dengan infrastrukturnya. Jadi realisasi SSA harus dibarengi perencanaan pembangunan infrastruktur,” katanya.Menurut politisi PPP ini, dewan sangat mendukung penuh realisasi program SSA. Karena program itu juga dalam rangka solusi menangani dan mengurai kemacetan di Kota Bogor. Masalah koordinasi, komunikasi dan sosialisasi harus dititikberatkan dan dipertajam dalam perwujudan program SSA ini. “Kami berharap semua pihak memberikan dukungan penuh karena program ini untuk kebaikan dan kemajuan Kota Bogor ke depan, terutama dalam mengatasi dan menangani masalah kemacetan dan PKL,” jelasnya.Sementara Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra menyatakan, dampak dari SSA harus menjadi perhatian dan bahasan utama dari Pemkot Bogor, terutama menyangkut sejumlah titik lokasi pertemuan dua jalur di sepanjang jalur bundaran KRB. Seperti di kawasan eks Pangrango Plaza, simpang BTM, simpang Jalan Juanda dan kawasan Sempur. Untuk akses keluar-masuk presiden, baik di Istana Bogor maupun KRB juga harus mendapat penataan dalam realisasi SSA ini. “Sosialisasi sangat penting harus dilakukan berbagai pihak. Karena program perubahan jalur SSA ini menyangkut kepentingan orang banyak, terutama soal angkot dan PKL,” tandasnya. (mam/b/ram/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *