SHARE

METROPOLITAN.ID | CIBINONG – Permasalahan sampah terus menjadi batu sandungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), menjadi penyebab utama kumuhnya tanah Tegar Beriman.
Kecamatan Gunungputri, Sukaraja, Citeureup, Babakanmadang, Tajurhalang, Cibinong serta Bojonggede merupakan wilayah yang belum bisa menuntaskan persoalan sampah. Pemandangan kumuh berupa sampah yang berserakan di sembarang tempat seolah menjadi maklum. “Paling banyak sampah liar ada di Gunungputri, Cibinong serta Citeureup,” kata Kepala UPT Kebersihan dan Sanitasi Wilayah I Cibinong Usep Supriatna.
Usep menjelaskan, berserakannya sampah di sembarang tempat disebabkan malasnya masyarakat membuang sampah di TPS. Warga diharapkan dapat mengubah perilaku buruk tersebut.
“Mereka kebanyakan beralasan tempat sampahnya jauh. Mereka lebih memilih membuang sampah di pinggir jalan tanpa mempedulikan kebersihan, kesehatan dan keindahan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Usep juga mengaku di Kabupaten Bogor belum ada aturan yang dapat memberikan sanksi kepada oknum pembuang sampah sembarangan. Karena itu, pihaknya hanya bisa memberikan imbauan serta mendata para pelaku yang tertangkap tangan saat membuang sampah sembarangan.
“Kami inginnya kayak Depok, ada sanksi bagi yang buang sampah sembarangan,” bebernya. Usep juga berharap lurah dan camat bisa memberdayakan warganya untuk mengolah sampah yang dihasilkan. Sebab, pemkab mempunyai anggaran untuk program daur ulang sampah. “Pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk kaderisasi sampah,” ucapnya.
Sementara itu, seorang warga Rudi Kusnadi (40) mengaku sampah yang menumpuk didekat rumahnya telah berdiri sejak dua tahun lalu. “Kami sudah melarang, namun tidak didengar,” tuturnya. (rez/b/dik/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY