News, Sport and Lifestyle

Mau Disita, Pedagang Pasar Jumat Nyaris Ricuh

METROPOLITAN.ID | TENJOLAYA – Puluhan pedagang di Pasar Jumat, Kampung Pasar Jumat, RT 07/ 02, Desa Cibitungtengah, Kecamatan Tenjolaya, digegerkan dengan kedatangan juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Cibinong.
Kedatangan juru sita yang dikawal ratusan anggota Satpol PP Kabupaten Bogor, Dalmas dan petugas kepolisian, setidaknya telah membuat ratusan pedagang bakal kehilangan mata pencaharian.
Sebab, kedatangan mereka (tim juru sita, red) untuk membacakan eksepsi rencana penyitaan tanah seluas 2.730 meter dengan luas bangunan 2.100 meter persegi di aula Kantor Desa Cibitungtengah itu. Namun, pembacaan eksepsi yang disampaikan juru sita Kholid nyaris ricuh. Seorang pedagang Pasar Jumat, Kosim (45), mengaku terkejut lantaran tidak tahu akan ada penyitaan bangunan tempatnya berjualan. “Kami sebagai pedagang tidak tahu-menahu. Itu kan urusan pengembang yang menjualnya kepada kami. Ya, kalau disita kami akan berjualan ke mana lagi?” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Cibitungtengah Solihat mengatakan, permasalahan tersebut merupakan urusan pribadi Asep dan Bambang Budi Swastomo selaku pemilik Pasar Jumat. Sedangkan pihak desa hanya memfasilitasi agar tak ada kegaduhan.
“Pemilik tanahnya tidak ada dan langsung dibacakan eksepsi dengan rencana penyitaan tanah seluas 2.730 meter dan bangunan 2.100 meter,” katanya. Sementara itu, pembacaan eksepsi penyitaan ini disaksikan kades Cibitungtengah, panitera Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong Harun Arrasyid, pengacara Bank Muamalat Aldi, camat Tenjolaya berikut saksi pemohon Pupu Saripudin, Marwan Hasballoh serta pemohon, Saltino Rinaldi. (ads/b/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *