SHARE

METROPOLITAN.ID |  – Peneliti sekaligus pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, Bahrum Naim adalah orang yang biasa saja dalam jaringan terorisme. Dia pernah mengikuti latihan teroris di Aceh pada 2010 sebelum dia ditangkap karena kepemilikan 533 butir amunisi.Menurut Al Chaidar, pria bernama lengkap Anggih Tantomo itu saat ini telah bergabung menjadi anggota Islam State Irak and Suriah (ISIS) dan membaiatkan dirinya pada pemimpin ISIS Abubakar Al Baghdadi.Bahrun Naim masuk ISIS setelah bebas dari penjara pada sekitar Juni 2012. Setelah menjalani hukuman 2 tahun 6 bulan, Bahrun Naim langsung pergi ke Timur Tengah.”Biasa saja. Hanya ikut pelatihan di Bukit Jalin Jantho, (Kabupaten Aceh Besar, Aceh) pada 2010 lalu,” ujar Al Chaidar, kepada VIVA.co.id, Rabu, 20 Januari 2016.Meski tidak memiliki hubungan langsung dengan kelompok Santoso, tapi keduanya sama-sama masuk dalam jaringan ISIS. Namun Bahrun Naim dianggap lebih dekat dengan pusat. Kelompok Bahrun Naim diperkirakan berkembang lebih besar ketimbang kelompok Santoso yang jauh dari pusat komando.Bahrun Naim saat ini bahkan telah mendapatkan kepercayaan menjadi pemimpin sel jaringan pendukung ISIS di kawasan Asia Tenggara. “Bahrun Naim dan kelompoknya akan bertambah dan berkembang, berbeda dengan jaringan Santoso yang jauh dari pusat pemerintahan,” ujarnya menjelaskan.Akhir-akhir ini nama Bahrum Naim kian populer. Namanya mencuat setelah dituding sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas peristiwa pengeboman dan penembakan terhadap anggota Polisi di Thamrin, Kamis lalu.Tidak jelas rimbanya, orang yang diduga Bahrun Naim bersuara lewat laman websitenya. Dalam tulisan yang diunggah pada18 Januari 2016 itu, Bahrun Naim mengunggah artikel berjudul Nasehat untuk Penonton dan 4 Strategi Gerilya Kota.Dua artikel itu seperti menjawab sekaligus seperti menyampaikan rencana Bahrun Naim pasca serangan bom bunuh diri di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamarin, Jakarta Pusat.”Serangan berbarokah Junud Daulah Indonesia telah sampai tahap menggelar gerilya kota. Junud Daulah Indonesia telah berhasil memindahkan gerilya hutan ke perkotaan dengan operasi yang cerdas,” tulis Bahrun Naim.Tak bisa dipastikan pesan yang dimaksud Bahrun Naim dalam laman websitenya tersebut. Namun, Bahrun Naim sepertinya menyampaikan sesuatu yang kemungkinan akan mengancam Indonesia.Sebelumnya beredar juga rekaman suara berdurasi 6 detik yang diyakini mirip suara Bahrun Naim, orang yang dituduh polisi sebagai otak teror bom di Starbucks dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis pekan lalu.Rekaman suara tersebut diunggah akun ghostop di situs jejaring soundcloud. Rekaman tersebut berisi bantahan Bahrun Naim, bahwa dia tidak pernah melakukan komunikasi apapun. Hanya saja, tidak jelas konteks komunikasi yang dimaksud Bahrun Naim.”Lha wong saya tuh jarang online, dikira ada komunikasi, komunikasi dari hongkong apa?,” begitu isi rekaman suara yang diduga Bahrun Naim di jejaring sosial.Keluarga Bahrun Naim di Solo membenarkan jika rekaman suara yang beredar terkait bantahan dalam kasus bom Thamrin merupakan suara Bahrum Naim. Untuk itu pihak keluarga pun meminta supaya Bahrun Naim muncul untuk melakukan klarifikasi(VIVA.co.id)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY