News, Sport and Lifestyle

Mendagri Perintahkan Kepala Daerah Segel Kantor Cabang Gafatar

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Sejumlah orang akhir-akhir ini hilang dan dikabarkan bergabung dengan aliran sesat bernama Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).Menanggapi hal itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan dalam setiap rapat politik keamanan di jajarannya untuk berhati-hati dengan setiap ajaran aliran sesat termasuk Gafatar.”Sejak awal sebagai Mendagri dalam rapat-rapat Polkam sudah kami sampaikan bahwa kewaspadaan dan diteksi dini sudah menjadi perintah baik oleh bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla,” ujar Tjahjo di Jakarta, Senin (14/1/2016).Dia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh Gubernur di Indonesia untuk waspada terhadap organiasi Gafatar ini.Terlebih ungkap dia, para kepala daerah harus bersosialisasi ke masyarakat memberitahu tidak berbagung ke dalam Gafatar itu, dan segera turun tangan untuk menyegel kantor-kantor cabang ajaran yang beraliran sesat itu. “Kantor-kantor (Gafatar) yang di indikasikan belum clear mencermati gerakan perkembangan yang ada harus ditutup dan dilarang agar kegiatannya,” katanya.Sebelumnya, kasus ini bermula pada saat seorang dokter bernama Rica Tri Handayani bersama anaknya yang hilang sejak 30 Desember 2015 lalu ditemukan jajaran Polda DIY di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Selama menghilang, dokter asal Lampung ini diduga ikut dalam kegiatan kelompok Gafatar.‎Gafatar diduga sesat, karena konon tidak mengakui Muhammad sebagai nabi terakhir dan tidak wajib melaksanakan shalat jumat danpuasa Ramadan tidak wajib. Selain itu, anak-anak yang belum baligh dilarang menyentuh Alquran.Organisasi ini pun mengakui bahwa Ahmad Musaddeq sebagai pemimpin besar mereka yang kini berada di Jakarta. Ahmad Musaddeq diyakini sebagai nabi bagi Gafatar.(OKZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *