SHARE

METROPOLITAN.ID | DEPOK – Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Yembise menghadiri sidang promosi doktor (promdok) yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Sidang promosi doktor disampaikan mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI, Jeanne Noveline Tedja, dengan judul disertasi ‘Penyelenggaran Kebijakan Kota Layak Anak di Kota Depok’. Sidang diketuai oleh Mantan Rektor UI, Gumilar Rusliwa Soemantri. Sidang juga dihadiri sejumlah kepala dinas dan anggota DPRD Depok. Sebab, Jeanne Noveline Tedja merupakan anggota DPRD Depok periode 2009–2014. Nane –begitu ia akrab disapa– menjelaskan bahwa berdasarkan Konvensi Hak Anak sesuai amanah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terdiri dari hak hidup bebas berekspresi, hak tak dipisahkan dari orangtua, hak bebas eksploitasi seksual, hak memperoleh jaminan sosial, dan hak atas pendidikan. Sesuai prinsip kesejahteraan sosial, anak adalah makhluk lemah dan rentan yang bergantung pada orang dewasa. “Anak sebagai manusia punya hak melekat yaitu HAM. Dulu anak hanya sebagai properti ortunya. Di Indonesia, bagaimana negara menjamin pemenuhan hak anak dari kekerasan dan diskriminasi,” kata Nane di Kampus FISIP UI, Depok, Senin (11/1/2016). Fokus Kota Layak Anak, kata Nane, yakni dengan mengintegrasikan penguatan lembaga secara keberlanjutan dengan 43 persen anak Indonesia tinggal di pekotaan. Diprediksi pada 2025, ada 60 persen anak tinggal di perkotaan. “Pengembangan Kota Layak Anak bertujuan menginisiasi pemkot dan pemkab. Menjamin terpenuhinya hak anak. Di Depok Kota Layak Anak tertera di pencana pembangunan jangka menengah daerah ( RPJMD ) di mana Depok sebagai kota penyangga dengan perubahan sosial yang cepat,” ungkapnya. Permasalahan anak di Depok di antaranya penelantaran anak oleh orangtua, kekerasan fisik, tawuran, dan prostitusi remaja. Hal itu membuat Depok menjadi urutan ketiga kota terbanyak masalah anak setelah DKI dan Bekasi.(okz)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY