News, Sport and Lifestyle

Merasa Dizalimi, Pedagang Ontrog Kantor Desa

METROPOLITAN.ID | CISARUA – Pasca dilayangkannya surat pengumuman Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor bernomor 331.1/10 – Pengendalian Operasi (Dalops) tentang pembongkaran bangunan liar di sepanjang Jalan Kapten Harun Kabir, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, menuai protes dari 254 pedagang yang mencari nafkah di sepanjang jalur tersebut.
Para pedagang yang dikomandoi Agus selaku ketua paguyuban pedagang, menggelar unjuk rasa di depan kantor Desa Cibeureum. Mereka menganggap, pengumuman itu tidak beralasan sama sekali, sebab Jalan Kapten Harun Kabir adalah jalan desa dan bukan jalan pemda. ”Kami warga Cibeureum, merasa pengumuman itu tidak beralasan sama sekali sebab jalan ini milik desa, bukan milik kabupaten” tegasnya kepada Metropolitan, kemarin.
Lebih lanjut ia juga mengatakan, yang berdagang di sepanjang Jalan Kapten Harun Kabir adalah masyarakat Desa Cibeureum asli. ”Kami mempertahankan hak hidup kami, kalau sampai lapak – lapak itu dibongkar, berarti 254 pedagang warga Cibeureum dimiskinkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab)” ketusnya lagi.
Menyikapi hal tersebut, anggota Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Kecamatan Cisarua Bram Mulyana mengatakan, dengan adanya pengumuman dari Satuan Penegak Peraturan Daerah (Perda) tersebut. “Inilah bukti ketidak adilan Pemkab Bogor kepada masyarakat Bogor Selatan. Jadi, alasan kami menginginkan pemekaran wilayah dan membuat kabupaten sendiri sangatlah tepat,” paparnya. Untuk itu, ia menambahkan, sebagai masyarakat Cibeureum dan masyarakat Bogor Selatan, sudah saatnya Puncak memilki pemerintahan kabupaten sendiri. ”Kami ingin menentukan nasib kami sendiri, bukan terus dizolimi seperti ini,” pungkasnya. (ash/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *