SHARE

METROPOLITAN.IDPemilik UKM Manisan, Hapsah, mengatakan, pihaknya biasa membuat manisan pala kering dan basah, pepaya kering serta manisan mangga lebar, kering dan racik. Sedangkan proses produksi hingga siap jual membutuhkan waktu sekitar satu minggu. “Dalam seminggu, kami bisa dua kali produksi, tergantung orderan yang masuk,” katanya.
Sementara untuk bahan baku, sambung dia, pihaknya mendatangkannya dari Sukabumi dan sebagian dikirim pelanggan. Ia sengaja mencari buah dari Sukabumi lantaran di wilayahnya sendiri sulit menemukan bahan baku. “Di sini sulit mencari buahnya, jadi harus ke luar daerah,” katanya.
Setiap kali produksi, ia dapat menerima pesanan manisan paling sedikit 6 kuintal. Untuk penjualannya, ia mengirim ke distributor di luar daerah. “Paling jauh kami kirim ke Cianjur, langsung ketengkulaknya, nanti dia yang menyalurkan ke pedagang,” terangnya.
Ia menambahkan, kemasan manisan dibuat dua ukuran, yakni satu pak berisi 30 bungkus ukuran 1/4 kg dan kemasan besar 7,5 kg. “Saya mempekerjakan 30 orang yang rata-rata diisi kaum ibu. Laki-lakinya cuma tiga. UKM ini memang ditujukan untuk memberdayakan ibu rumah tangga di sekitar sini,” pungkasnya. (ano/b/suf/py)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY