News, Sport and Lifestyle

Minat Sastra Pelajar di Depok Harus Digalakkan

METROPOLITAN.ID | DEPOK – Ketua Harian Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Depok Asrizal Nur berharap, minat sastra di kalangan pelajar Kota Depok perlu ditingkatkan lagi, karena masih ada siswa yang terus menggelorakan sastra dengan membaca puisi. Jadi, mari kita galakkan minat tersebut, terutama di kalangan siswa/siswi dan mahasiswa di Kota Depok yang ingin belajar mengenai sastra Indonesia,” ujar Asrizal Nur saat ditemui Metropolitan di Gedung Perpustakaan Balaikota Depok, Jalan Margonda, pada acara workshop sastra yang diikuti sekitar 70 siswa dan mahasiswa, kemarin.
Menurutnya, kegiatan workshop yang dilaksanakan untuk para siswa dan mahasiswa di Kota Depok, merupakan salah satu program DKD setiap tiga bulan sekali. Hal itu, sebagai langkah meningkatkan sastra di Kota Depok.Jadi, tambahnya, pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasi karya sastra. Sebab, kegiatan mengapresiasi karya sastra berkaitan erat dengan latihan mempertajam perasaan, penalaran dan daya khayal termasuk mengembangkan daya kritis siswa serta memiliki kepekaan terhadap masyarakat,budaya dan lingkungan hidup.
Maka untuk memahami karya sastra, siswa diharapkan langsung membaca karya sastra bukan membaca sinopsisnya. Karena, apabila membaca secara langsung, siswa akan mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang secara tersirat selalu ada dalam karya sastra tersebut. Menurutnya, penyebab lain menurunnya minat pembelajaran sastra juga dipengaruhi oleh kurangnya kegiatan budaya baca di perpustakaan, terutama mengenai buku-buku sastra. Padahal, budaya baca akan membangkitkan siswa untuk mencintai sastra. “Dengan workshop ini, siswa-siwi dapat memiliki rasa cinta sastra. Bila sering membaca, dengan sendirinya siswa akan menyenangi, sehingga akan mampu menulis sastra, baik berupa puisi, menulis cerpen maupun naskah drama,” katanya.
Hal lain yang bisa digunakan untuk menggugah/membangkitkan minat siswa agar tertarik pada dunia sastra, tambahnya, adalah dengan mengadakan lomba, misalnya lomba baca puisi di intern sekolah atau mengikutsertakan siswa di even-even lomba, baik di tingkat kabupaten, provinsi bahkan sampai tingkat nasional. (gie/tur/ar/ram/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *