News, Sport and Lifestyle

Minum Kopi lalu Tewas

METROPOLITAN.ID – Kebahagiaan yang dirasakan Arief sebagai pengantin baru berubah duka. Sang istri tercinta, Wayan Mirna Salimin (28), tiba-tiba tewas setelah meminum kopi di sebuah cafe di Jakarta. Pasangan yang sepuluh tahun berpacaran itu pun harus
dipisahkan oleh maut.

Kematian Mirna menggegerkan media sosial. Sebelum dinyatakan meninggal, Mirna sempat minum es kopi Vietnam di Cafe Olivia West Mall Grand Indonesia Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mirna tak sendiri. Ia datang bersama dua temannya.
Dokter Klinik Grand Indonesia Joshua mengatakan sesaat sebelum meninggal, Mirna masih dalam kondisi pingsan. ”Kondisinya memang sudah pingsan, pingsan seperti pasien pada umumnya,” kata dr Joshua.
Saat itu, lanjut Joshua, pihaknya memberi bantuan penanganan memberikan oksigen, mengecek denyut nadi dan pernapasan. Mirna pun tiba di Klinik Grand Indonesia Mal menggunakan kursi roda. ”Tiba sama petugas Oliver, yang membawa pasien dengan kursi roda dan salah seorang temannya, ditambah satpam Grand Indonesia,” kata dia.
Setelah beberapa lama, suami Mirna tiba di Klinik Grand Indonesia. Suaminya meminta agar Mirna dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo untuk mendapat bantuan medis.
”Kita sempat tanya ke suaminya, ada riwayat penyakit nggak? Suaminya bilang nggak, nggak ada riwayat penyakit ini pertama kalinya,” ujar dia tanya ke suami Mirna. ”Kita juga tanya? temannya yang mendampingi, kata temannya, dia (Mirna) habis minum kopi, cuma kopinya pahit dan bau. Saya juga minum tapi nggak kenapa-kenapa, habis itu dia (Mirna) pingsan,” jelasnya.
Dia menilai Mirna tak mempunyai tanda-tanda penyakit ayan, stroke atau jantung. ”Denyut nadi? 80x/menit dan itu normal, pernapasannya juga 16x/menit normal,” imbuhnya.
Sementara itu, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian Mirna apakah berkaitan dengan kopi yang diminumnya atau tidak. Polisi masih menunggu hasil labfor cairan kopi untuk mengetahui kandungan di dalamnya. ”Hasil labfor belum keluar. Hasilnya nanti keluar sekitar lima harian,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hendro Pandowo.
Hendro menegaskan, pihaknya tak pernah memberikan pernyataan ”korban meninggal karena keracunan” seperti yang ramai di media sosial. ”Tidak (mengeluarkan statemen tersebut). Kan harus diuji dulu di labfor,” imbuhnya.
Hendro menambahkan, penyebab kematian korban harus dibuktikan secara ilmiah. Salah satunya dengan memeriksa sampel cairan kopi yang diminum korban dan juga melakukan otopsi terhadap jenazah korban.
Polisi juga mengambil sampel kopi Vietnam di Cafe Olivier tempat korban dan dua rekannya ngopi bareng. ”Barang bukti, cairan yang diambil dari lambung korban, gelas bekas pakai dan cairan kopi Vietnam,” kata  Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno.
Menurut Suyatno, korban diketahui ngopi di kafe itu bersama dua rekannya. Mirna memesan es kopi Vietnam, namun baru menyeruput, korban kejang-kejang. Korban lalu dibawa ke klinik di GI. Selanjutnya korban dibawa ke RS Abdi Waluyo dan menjalani perawatan, namun korban tak tertolong. ”Korban minum es Vietnam kopi, setelah minum satu sedotan korban langsung kejang-kejang kemudian korban dibawa ke klinik di mal tersebut,” kata Suyatno.
Korban lalu dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng namun tak lama kemudian meninggal dunia. “Dugaan sementara belum diketahui karena korban dari RS Abdi Waluyo langsung dibawa keluarga ke rumah duka,” jelas Suyatno.

PENGANTIN BARU
Suami Mirna, Arief Soemarko, belum mau komentar soal penyebab kematian istrinya. Dia masih menunggu keterangan resmi dari kepolisian, terutama mengenai hasil laboratorium. ”Ya sudah sementara ini itu saja dulu (keterangan polisi), saya nggak mau ngomong apa-apa karena nanti bisa merugikan banyak pihak. Nanti kita tung­gu lagi saja omongannya polisi seperti apa,” kata Arief di RS Dharmais, Jakarta Barat, kemarin.
Arief menegaskan, tak mau berspekulasi apa pun terkait penyebab kematian sang istri. Dia khawatir bisa merugikan pihak tertentu. ”Sementara ini saya nggak bisa kasih keterangan apa-apa. Mohon maaf, bukannya nggak mau ngasih tahu, tapi kita takut merugikan beberapa pihak nantinya,” imbuhnya.
Mirna dan Arief menikah November 2015 lalu. Kiwil, pen­jaga rumah yang ditempati Mirna di Sunter, Jakarta Utara, mengatakan, Mirna ada­lah pribadi supel dengan banyak teman. “Dia juga pintar tuh, kuliahnya di Australia,” katanya.
Setelah menyelesaikan kuliah, Mirna kembali ke Indonesia lalu menikah. Sejak menikah, ia tinggal bersama suaminya. “Dia anak yang baik. Kalau soal narkoba mah jauh banget. Pulang malam mah biasa, namanya juga anak muda. Tapi itu pun nggak sampai larut malam,” imbuhnya.
Netizen ramai membicarakan soal kematian Wina. Salah satunya menulis “Sepuluh tahun pacaran, sebulan married, than passed away setelah minum coffe di Olivier. Tapi perlu diklarifikasi penyebabnya bukan semata-mata karena minum kopi Vietnam tetapi karena sebelumnya minum obat kurus,”.
Untuk mengusut penyebab kematian pengantin baru itu, polisi menelusuri riwayat sakit yang pernah diderita Mirna. ”Nanti mengarah ke sana, kita akan mintakan apakah ada riwayat sakit yang diderita almarhumah,” kata Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Suyatno.
Polisi sudah memeriksa enam saksi untuk mengungkap misteri kematian Mirna. Mereka adalah empat karyawan restoran dan dua teman korban yang saat kejadian berada di lokasi. Selain itu, sampel kopi sisa diminum Mirna juga dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk diuji.(tib/de/pk/lip/er/wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *