SHARE

METROPOLITAN.ID | JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pendahuluan Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHPKada) Provinsi Kepulauan Riau‎ (Kepri). Pilkada Gubernur Kepri ini digugat oleh pasangan Soerya Respationo-Ansar Ahmad (SAH) terigester dengan nomor 115/PHP.GUB-XIV/2016 itu.Kuasa hukum SAH, Sirra Prayuna menilai banyak terjadi kecurangan dalam kemenangan pasangan calon Muhammad Sani-Nurdin Basirun, salah satunya dugaan ada bantuan dari oknum TNI.Kata dia, pihaknya mempunyai bukti yang kuat soal indikasi itu, yakni berupa foto dan dokumen lainnya yang membuktikan bahwa terlibatnya oknum TNI dalam jumlah yang besar.”Pada saat melaksanakan tugas dan fungsi mengamankan kotak suara, misalnya, jumlahnya terlalu besar. Padahal prinsipnya TNI itu kan hanya bantuan saja dan harus koordinasi dengan pihak kepolisian,” ujar Sirra usai sidang di Gedung MK, Jakarta, Jumat (8/1/2015).Sirra pun menjelaskan terlibat TNI di pilkada telah melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Pilkada.”Di daerah Nagoya itu ada buktinya. Ada lima orang turun dan mengawal Muhammad Sani. Kan yang bisa atau tidak turunkan TNI cuma putusan politik incumbent saja. Makanya kami nilai ini ada kecurangan,” tegasnya.Lalu, sambung dia, ada 52 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang seharusnya dihapus dan sudah sesuai dengan keputusan Bawaslu. Namun pihak termohon, yaitu KPU Kepri, tidak mematuhi putusan tersebut.”Ada juga 2.000 undangan yang tidak dikirimkan ke pemilih di beberapa kecamatan,” sambungnya.Untuk itu, dia meminta agar Majelis Hakim dapat melihat masalah ini terutama telah terjadinya pelanggaran dan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan massif.”Maka itu kami menginginkan MK untuk memutus pemilihan suara ulang, dan membatalkan kemenangan Muhammad Sani-Nurdin,” tutupnya.Sementara itu, Ketua KPU Kepulauan Riau, Said Sirajudin mengatakan pihaknya belum menerima laporan masyarakat terkait dugaan intervensi dari oknum TNI dalam pilkada serentak di Kepulauan Riau. Ia pun mengaku siap memberikan keterangan terkait dugaan tersebut.”Pada intinya kami sebagai penyelenggara akan siap menjawab semua tuduhan yang disampaikan kepada kami, menurut kami, itu tidak jadi persoalan,” ujar Said(OKZ)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY