News, Sport and Lifestyle

Mochtar Riady Tekankan Perubahan di Dunia Digital

METROPOLITAN.ID | Tangerang – Menghadapi perubahan dunia yang serbadigital, dunia usaha kini juga tak bisa lepas dari situasi yang baru tersebut. Sebab jika tidak menyadari perubahan, maka usaha yang ada saat ini akan lenyap. Untuk itu, Chairman Lippo Group, Mochtar Riady menekankan pentingnya digitalisasi bagi dunia usaha.”Saat ini semua dikaitkan dengan digital. Kalau tidak menyadari perubahan maka dunia usaha akan lenyap. Khususnya di administrasi kalau tidak ada yang digital tidak mungkin kita bisa lakukan sesuatu,” ujar Mochtar dalam perayaan “Senior Executive New Year Gathering Lippo Group” bersama jajaran manajemen Lippo Group di Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN), Karawaci, Tangerang, Banten, Senin (11/1).Ia pun meminta pada semua unit kerja Lippo Group untuk selalu memperbaiki dan menyempurnakan fungsi dari digital dalam administrasi tersebut. “Khususnya di rumah sakit, perbankan, saya berharap 2016 semua unit kerja perlu memikirkan meningkatkan digitalisasi,” imbuhnya.Mochtar mencontohkan salah satu toko online bagian Lippo Group, Mataharimall.com yang belum lama ini diluncurkan. Menurutnya bisnis online atau e-business ini menjadi kesempatan baru dalam perkembangan digital di dunia usaha.”Apakah kita harus buka cabang Matahari tiap tahun? Secara fisik kita masih punya kesempatan, namun kita tidak bisa melupakan online atau e-business, maka Mataharimall.com ini diluncurkan,” jelasnya.Lebih lanjut ia mengungkapkan, kompetensi di dunia usaha saat ini makin menjadi tantangan. Terlebih mulai 2016, Indonesia masuk ke dalam ASEAN Economy Community. Hal ini menurut Mochtar, menunjukkan adanya pertandingan ekonomi yang semakin besar di kancah internasional.Ia membandingkan bagaimana proses pengaturan ekspor impor yang dilakukan di Indonesia. “Administrasi ekspor impor di negara lain, mungkin berapa jam selesai, tapi di sini (Indonesia) bisa seminggu sampai 10 hari baru selesai,” tuturnya. Parahnya lagi, lanjut Mochtar, dalam proses impor barang ini juga perlu melalui proses yang panjang dan rumit.Dikatakan Mochtar, untuk menyediakan bahan baku mobil saja butuh waktu kurang lebih tiga bulan. Padahal semakin lama waktutersebut, biaya bunga juga akan semakin besar. Belum lagi ketika ekspor mobil ke luar pulau juga akan mengalami cost (biaya) yang besar. “Kita ini menghadapi kompetensi internasional, mestinya berada di tangan pemerintah bukan swasta,” ucapnya.Kendati demikian, Mochtar tetap optimistis Lippo Group tidak akan mengalami kesulitan dan berkembang lebih lanjut pada 2016. Menurutnya, diperlukan dukungan dari semua pihak agar bisnis yang ada dalam naungan Lippo Group bisa berjalan dan menyesuaikan dengan berbagai perubahan.”Selamat Tahun Baru kepada seluruh karyawan Lippo Group. Perlu bantuan dari kita semua untuk terus berjalan dan menyesuaikan perubahan ini,” tandasnya.Dalam acara tersebut hadir pula CEO Lippo Group James Riady, President Lippo Group Theo L Sambuaga, Deputy Chairman dan Senior Advisor Lippo Group, Ginandjar Kartasasmita, Pemimpin Redaksi Beritasatu.com, Suara Pembaruan, dan Investor Daily Primus Dorimulu, Pemimpin Redaksi BeritaSatu TV Don Bosco Selamun, dan sejumlah pimpinan Lippo Group lainnya.(BS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *