News, Sport and Lifestyle

MUI Berharap Toleransi Beragama Tidak Terjebak “Sinkretisme”

METROPOLITAN.ID Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin (kedua kanan) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri), Waketum MUI Yunahar Ilyas (kanan), serta Sekjen MUI Anwar Abbas (kiri) memaparkan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/1). MUI menyampaikan masukan kepada presiden agar Indonesia berperan dalam perdamaian konflik Arab Saudi-Iran, penerbitan larangan bagi tayangan televisi yang tidak mendidik dan berisi pornografi, memperkuat toleransi antar-umat beragama, serta upaya deradikalisasi ekstrimisme.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan harapan kepada Presiden Joko Widodo agar kehidupan toleransi antarumat beragama yang sudah baik jangan terjebak dengan upaya “sinkretisme” (mencampuradukkan beberapa paham-paham atau aliran-aliran agama atau kepercayaan).

“Ini yang tadi digarisbawahi oleh MUI,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin usai mendampingi Presiden bertemu Pengurus MUI di Istana Merdeka Jakarta, Selasa.

Lukman mengungkapkan bahwa pemerintah bersama dengan masyarakat melalui ormas-ormas keagamaan itu terus berupaya untuk membangun toleransi karena realita masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Pesan MUI tadi, jangan sampai kita terjebak pada sinkretisme yaitu mencampuradukkan antara ajaran-ajaran atau bentuk-bentuk peribadatan satu agama dengan agama yang lain,” katanya.

Lukman menyatakan, toleransi harus betul-betul dijunjung tinggi dan senantiasa terjaga jangan sampai terjebak pada pencampuradukan ajaran atau ritual peribadatan antara satu agama dengan agama yang lain.

“Saya pikir ini pesan yang sangat baik dan tentu semua kita berkewajiban untuk mencermati ini,” kata Lukman Hakim. Dia mengungkapkan, MUI menyampaikan hal tersebut atas masukan dari masyarakat terkait perayaan Natal adanya kumandang Adzan diiringi lagu-lagu yang biasa dinyanyikan di gereja-gereja.

Kondisi ini terjadi saat perayaan Natal di Rumah Dinas Gubernur Nusa Tenggara Timur yang dihadiri Presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2015, di mana ada Fragmen Teatrikal Natal yang menyanyikan lagu Ave Maria yang diiringi dengan mengumandangkan adzan.(ald)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *